Warga Gelar Simulasi Pemadam Kebakaran

0
484
Simulasi: Warga saat belajar teknik memadamkan api f-tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Mengantisipasi bencana kebakaran di kawasan padat penduduk dan pelantar, masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa menggelar simulasi pemadaman kebakaran. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Teladan, Jumat (17/9) sore.

Ketua Umum Ikatan Tionghoa Muda Kepri, Edyanto Ong menuturkan, simulasi pemadam kebakaran dinilai perlu. Apalagi mayoritas masyarakat pelantar memiliki rumah terbuat dari papan yang merupakan bahan mudah terbakar. Sehingga masyarakat perlu memiliki keahlian memadamkan api bila ada kebarakan, sehingga tidak sampai meluas.

Seperti diketahui bersama, belum lama ini ada kebakaran di kawasan Teladan yang menghanguskan 16 unit rumah. Ini menjadi pembelajaran bersama, warga dibelaki kemampuan memadamkan kebakaran. ”Untuk mengantisipasi terjadi kebakaran di daerah pelantar ini, maka dibuatlah simulasi pemadaman yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran swadaya masyarakat Tionghoa,” kata Edyanto Ong, kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan simulasi kebakaran diikuti 20 orang yang terbagi tiga tim. Tim pemadam kebakaran swadaya masyarakat Teladan, tim pemadam kebakaran swadaya masyarakat Potonglembu dan tim pemadam kebakaran swadaya masyarakat pelantar dua.

Pihaknya, memiliki tiga unit mesin air dan dilengkapi dengan selang air berukuran besar. ”Kami juga menyediakan tiga unit mesin air dan dilengkapi dengan selang air berukuran besar,” paparnya.

Saat ditanya, apakah tim tersebut bisa di perbantukan bila ada lokasi lain yang kebakaran, ia belum bisa memastikan. Sebab harus melihat lokasinya dahulu.

Bila kebakaran di kawasan yang memiliki sumber air maka mesin pmpa dan selang bisa diperbantukan. Bila tidak, maka harus mencari sumber airnya yang agak sulit nantinya. ”Tentunya kami bisa membantu, tapi saat ini kami masih mengandalkan sumber air laut. Kalau kejadian kebakaran diluar pelantar apalagi daratan yang susah dijangkau oleh sumber air, maka kami akan kesulitan. Bagaimanapun kami bukan tim pemadam yang profesional, yang memiliki mobil pemadam yang dilengkapi dengan tangki airnya,” sebutnya.

Ketua Organisasi binaan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Rudy Chua ini berharap, adanya perhatian dari masyarakat luas dan pemerintah daerah setempat untuk ikut bersama-sama dalam membantu melakukan pembinaan terhadap personel pemadam swadaya masyarakat yang ada, dengan memberi pelatihan dasar bagaimana pencegahan dan cara mengantisipasi agar tidak terjadinya kebakaran. Terutama di kawasan pelantar, mobil pemadam kebakaran akan sulit terjangkau lokasi.

”Kami berharap pemerintah dapat melakukan pembinaan terhadap komunitas ini. Kalau perlu ada simulasi pemadam kebakaran gabungan yang dilakukan antara tim pemadam Pemko dan Pemprov di daerah pelantar ini. Jadi ketika terjadi bencana kebakaran maka dapat diatasi dengan segera,” ujarnya. (cr37)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here