Warga Habiskan Rp 300 Ribu Membeli Air Bersih

0
1190
PEMUKIMAN WARGA: Berjejer rumah pemukiman warga di daerah pelantar. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Warga di pelantar yang tinggal di kawasan pesisir harus merogok kocek yang dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih, biasanya bisa mencapai Rp 300 ribu per bulan.  Hal itu seperti diutarakan Warga Pelantar III, Achua. Meski rumahnya dialiri PDAM namun tetap membeli air tangki. Biasanya, karena airnya kadang macet atau tak jalan. ”Air PDAM jalan namun terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan makanya, dalam satu bulan minimal membeli dua sampai tiga tangki,” katanya Senin (7/8).

Pembayaran bulanan ke PDAM berkisar Rp 130 ribu per bulan. Ditambah air pertangki Rp 80 ribu. Jika pihaknya membeli dua tangki saja, berarti harus menyediakan dana sekitar Rp 160 ribu. Jadi minimal ia harus mengeluarkan Rp 290 ribu per bulan untuk air. ”Itu kalau beli dua tangki per bulan, kalau sampai tiga kali maka bisa lebih dari Rp 300 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Tahun Masih Daftar Tunggu

Meski demikian, ia menuturkan, tidak semua warga pemakaiannya airnya sama. Bisa jadi ada yang lebih hemat dan bahkan lebih banyak lagi.
Meski mengaku pihaknya sudah hemat. Bahkan terpaksa menampung air hujan yang di masukkan ke bak penampungan. Dengan demikian, saat air PDAM tak jalan bisa menggunakan itu. Hanya saja saat musim panas mengakibatkan kemarai akan repot dan akan menghabiskan dana yang lebih besar lagi.

Ia memprediksi, bisa jadi nantinya air PDAM tersendat maka ia harus membeli air tangki lebih banyak dari biasanya. Sementara Elia warga Pelantar menyebutkan, dalam sebulan mengeluarkan dana berkisar Rp 150 ribu untuk air. Ia hanya mengandalkan dari PDAM. ”Paling banyak satu bulan itu Rp 150 ribu, kita hanya tinggal berdua saja di rumah. Jadi tidak begitu banyak menggunakan air,” tuturnya.

Baca Juga :  KPC Sriwijaya VIII Diluncurkan

Elia menyebutkan, kebutuhan terhadap air di kawasan pelantar sudah harus dijamin pemerintah. Sebab bukan hanya dipakai untuk di rumah melainkan juga untuk usaha. ”Banyak yang punya usaha warung makan. Jadi butuh air memang banyak, terkadang juga membeli dari lori tangki,” ujarnya. (cr27)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here