Warga Ikut Awasi Penataan Teluk Keriting

0
556
Warga Teluk Keriting mengikuti pembentukan Forum Masyarakat Teluk Keriting (Formatur) di Rumah Makan Pak Copa, Teluk Keriting, Minggu (43). F-DESI/TANJUNGPINANG POS

Irwan Lapi Jadi Ketua Formatur

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri berencana menata pemukiman penduduk di Teluk Keriting menjadi kawasan wisata. Terkait rencana pembangunan ini, warga Teluk Keriting dari RW 11 dan RW 15 yang terdiri 12 RT membentuk Forum Masyarakat Teluk Keriting (Formatur) di Warung Pak Copa, Minggu (4/3).

Dari hasil pemilihan, Irwan Lapi terpilih menjadi Ketua Formatur. Menyisihkan 11 calon ketua yang sudah mendaftar. Terdiri dari perwakilan dua RW tersebut. Pembentukan Formatur bertujuan membantu Ketua RT dan RW sebagai wadah menyampaikan informasi atau program ke masyarakat.

Ketua panitia pembentukan pengurus Formatur, Novan Sastra Wijaya menuturkan, saat ini, Formatur belum menyatakan sikap apakah mendukung atau menolak pembangunan. Juga tidak menghalangi rencana pemerintah.

Sebab, sampai kini Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat Provinsi Kepri belum mensosialisasikan terkait rencana pembangunan.

Menurutnya, jika sudah menerima informasi atau sosialisasi secara jelas, baru dapat mengkaji dampak positif  dan negatif perencanaan penataan kawasan tersebut.

Informasi yang diterima warga, kawasan tersebut akan ada reklamasi. Untuk itu, perlu kajian apa dampak ke depannya bagi masyarakat sekitar yang mayoritas merupakan nelayan.

“Rencananya setelah terpilih ketua dan pengurus Formatur, maka pihak provinsi akan mensosialisasikan rencana pembangunan di kawasan ini,” ungkapnya.

Ketua RW 15, Abdulah IB bersama beberapa tokoh masyarakat lainnya sudah menerima penjelasan secara singkat terkait rencana pembangunan dari Dinas PU Provinsi Kepri.

Abdullah menuturkan, rencana penataan kawasan Kampung Teluk Keriting, tidak akan mengusur rumah penduduk. Menurutnya, pemerintah akan mengecat rumah warga. Selain itu bantuan dana untuk membuat home stay.

Penataan kawasan tersebut terintegrasi dengan Proyek Gurindam 12. “Nantinya akan di bangun rumah adat, Puskesmas serta beberapa lainnya. Meski demikian kita masih perlu mendengar secara rinci terkait pembangunan,” ucapnya.

Ia menuturkan, melalui forum yang sudah terbentuk bertemu dengan pemerintah provinsi, memastikan perencanaan pembangunan. Sekretaris pemilihan Formatur,  Dicky Nivalino meminta rencana penataan jangan sampai menguntungkan segelintir orang tertentu.

Harus ada Pergub, yang jelas mengatur. Serta berharap di kawasan tersebut jangan sampai dibangun ruko-ruko yang menghilangkan ke khasa kawasa. “Kita ingin rencana penataan tak menghilangkan ke khasan kota tua ini. Serta harus ada pembahasan jangka panjangnya,” ucapnya.

Dituturkannya, cat rumah yang dibantu pemerintah itu nantinya memiliki limit, jadi harus ada kesepakatan bagaimana mengelola kedepannya.

Ia juga ingin mengetahui upaya pemerintah mendatangkan turis. Jangan sampai nantinya, perencanaan ini hanya sekedar proyek tanpa outcome yang jelas bagi masyarakat sekitar. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here