Warga Keluhkan Kapal Tauke di Pelantar Pemukiman

0
627
KAPAL BESAR: Kapal tauke berukuran besar bersandar di pelantar Kawal Pantai. F-YENDI/TANJUNGPINANG POS

Anggaran Pelayan 10 UPT Rp 200 Juta Lebih

BINTAN – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan mengalokasikan dana sebesar Rp 206,732 juta, untuk 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di kecamatan. Dana APBD 2017 Bintan itu untuk operasional peningkatan pelayanan bidang kelautan dan perikanan bagi nelayan. Sementara, warga komplain ketika kapal tauke menggunakan pelantar pemukiman sebagai tempat tambatan kapal ukuran besar.

”Kami tak tahu apa-apa saja bentuk pelayanan dari UPT itu, kepada nelayan. Selama ini, kan cuma urus surat izin berlayar saja. Sedangkan keluhan nelayan lainnya tak diperhatikan,” kata Yayat, seorang nelayan Gunung Kijang, baru-baru ini.

Baca Juga :  Siapkan 8 Pos Pengamanan dan 2 Pos Pelayanan

Contohnya, lanjut Yayat, di Kawal Pantai, Kelurahan Kawal, ada pelantar yang dibangun oleh pemerintah. Seharusnya, pelantar itu untuk pemukiman nelayan dan tambatan perahu kecil. Tapi, saat ini pelantar itu dikuasai oleh tauke ikan, yang memiliki kapal berukuran besar.

”Beberapa nelayan sempat mengeluh dan komplain. Tapi, tak direspon oleh tauke itu. Begitu juga dengan UPT perikanan, tak pernah ada pengaturan pelayanan untuk tambat pompong nelayan ini. Sementara, dana pelayanan itu kan ada,” keluhnya.

Kepala Dinas Perikanan Bintan Fachrimsyah mengatakan, agar pelayanan di UPT berjalan lancar serta kinerja petugasnya semakin meningkat, Dinas Perikanan mengucurkan dana sebesar Rp 206,732 juta per tahun. Alokasi untuk masing-masing UPT berbeda. Operasional pelayanan UPT Bintan Timur (Bintim) dikucurkan sebesar Rp 26,341 juta, untuk UPT Gunung Kijang dan Teluk Sebong Rp 30,341 juta, di UPT Tambelan sebesar Rp 29,91 juta, dan UPT Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam (SKL) sebesar Rp 30,341 juta.

Baca Juga :  Dua Bulan, 89.606 Turis Berkunjung ke Bintan

Untuk UPT Mantang sebesar Rp 29,728 juta, UPT Toapaya dan Teluk Bintan sebesar Rp 30,341 juta, serta untuk UPT Bintan Pesisir Rp 29,728 juta. ”Memang kucuran dana itu sangat kecil dan tak sebanding dengan permasalahan yang terjadi di masing-masing wilayah,” katanya.

10 UPT Kecamatan, kata Fachrim sebagai perpanjangan tangan DKP dalam memberikan pelayanan dan penanganan masalah kelautan dan perikanan di setiap kecamatan. Melalui UPT tersebut juga seluruh kawasan konservasi perairan, ekosistem laut serta keamanan laut dapat terjaga, terawasi dan terlestarikan. ”Semoga saja dengan dana segitu mampu mewujudkan wilayah Bintan tetap aman dan nyaman,” tutupnya. (fre/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here