Warga Keluhkan Minimnya PJU di Perumahan

0
38
Salah satu teknisi PLN sedang memperbaiki jaringan PJU yang tidak berfungsi.

Saat ini masih banyak jalan lingkungan masyarakat yang belum dipasang Penerangan Jalan Umum (PJU). Mininya PJU sangat dikeluhkan warga, sebab membuat takut atau terhambat untuk melakukan aktivitas di luar rumah saat malam hari.

TANJUNGPINANG – Padahal, saat membayar tagihan listrik atau membeli token listrik, masyarakat sudah membayar pajak PJU sebenar enam persen dari pemakaian/pemakaian token listrik. Dalam setahun terakhir ini, PLN menyetor uang PJU ke Pemko Rp13 miliar.

Pemukiman yang belum mempunyai PJU tersebar di Tanjungpinang. Salah satunya, di kawasan Tanjungpinang Timur. Meski rumah-rumah sudah berdiri sejak puluhan tahun, ada yang belum memiliki PJU.

Begitu juga dengan anggaran pemeliharaan, setiap kecamatan di alokasikan. Meski demikian masih banyak lampu atau jaringan yang rusak belum diperbaiki. Sudah seharusnya, seluruh pemukiman masyarakat mendapatkan penerangan. Ini perlu keseriusan dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang (Kabid) PJU Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang, Yoni Fandri menuturkan, dana pemeliharaan, perkecamatan terbilang kecil yaitu Rp100 juta.

Pihaknya selalu berusahan memperbaiki PJU yang rusak, apakah yang diketahui sendiri ataupun meneirma laporan dari masyarakat.

Menurutnya, anggaran untuk memberpaiki satu PJU yang rusak beragam, tergantung dari kondisinya. Jika hanya mengganti lampu saja murah, namun bila jaringan yang rusak maka mahal, bisa mencapai satu juta. Biasanya, lampu yang harus diperbaiki model lama yaitu tata surya. Sedangkan lampu LED dinilai masih banyak yang bagus. Meskipun rusak tidak menelan biaya sebesar bila dibandingkan perbaikan lampu mengandalkan lampu solar sel.

”Kalau yang rusak lampu LED masih relatif murah. Tapi kalau jaringan yangh rusak anggaran besar juga,m” paparnya.

Ia menuturkan, tahun ini anggaran pemasangan jaringan lampu ada, hanya saja rencananya di APBD Perubahan untuk pemasangan jaringan listrik di kawasan Adi Sucipro, Batu 10. Anggarannya senilai Rp 400 juta. Itu diperkirakan untuk menyediakan jaringan dan 50 titik lampu di kawasan itu.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here