Warga Keluhkan Pendaftaran Anak Usia 16 Tahun

0
573
KETUA Komisi III Fiven Sumanti dan rombongan Komisi III meninjau PPDB sistem online, kemarin. F-ISTIMEWA

SERIKUALALOBAM – Secara teknis, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018-2019 di Bintan berjalan lancar, ketika Komisi III DPRD Bintan melakukan peninjauan, beberapa hari ini. Hanya saja, warga mengeluh ketika ingin mendaftarkan anak berusia 16 tahun, atau di atas usia 15 tahun.

Keluhan itu disampaikan Manaf, warga Toapaya Asri ketika ingin mendaftarkan anaknya masuk ke SMPN di Simpang Gesek, Kamis (5/7) kemarin. Menurut Manaf, anaknya ingin melanjutkan kembali ke jenjang SMP. Tapi, pendaftarannya ditolak pihak sekolah, karena sudah berusia di atas 15 tahun.

”Saya sudah coba daftar secara online, tak bisa. Kami datangi sekolah, ditolak. Alasan dari pihak sekolah, karena ada aturan tak bisa masuk SMP kalau sudah di atas usia 15 tahun. Kalau ada aturan itu, kenapa tak disosialisasikan? Terus bagaimana anak kami, ke depan,” ujar Manaf, kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Bintan Fiven Sumanti mengatakan, tidak ada kendala dalam proses PPDB tahun ini. Baik pendaftaran secara manual maupun online. Komisi III hanya menemukan, ada Sekolah Dasar yang harus ditambah rombongan belajar, karena pendaftar banyak. Sedangkan sistem online, sudah disesuaikan dengan jumlah dan nama kelulusan anak, maupun rayonisasi.

”Nah, untuk anak yang berusia di atas 15 tahun, ini menjadi kewenangan dari pihak Disdik Bintan. Karena, usia sekolah itu sudah diatur. Tapi, ada kok solusinya bagi yang sudah lewat usia itu. Warga tak perlu khawatir anaknya tak bisa sekolah,” tambah Fiven.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan Tamsir SSi MSi langsung melakukan koordinasi dengan SMPN 17 Simpang Gesek, mengenai keluhan warga, saat ingin mendaftarkan anaknya yang berusia 16 tahun tersebut. Menurut Tamsir, setiap pendidikan formal (SD, SMP dan SMA) ada batasan umur. Sesuai dengan aturan, usia anak masuk jenjang SMP itu paling maksimal 15 tahun.

Saat ini, lanjutnya, Disdik Bintan sedang menginventaris anak yang mengalami kendala usia itu. ”Nah, untuk anak yang berusia 16 tahun yang ingin masuk jenjang SMP, itu mesti melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Ini membawahi pendidikan non formal, PKBM dan pendidikan non formal lainnya. Seperti SKB untuk ambil paket A, paket B dan paket C,” jelas Tamsir.

”Proses belajarnya hampir sama dengan pendidikan reguler biasa. Ijazahnya juga berlaku untuk melanjutkan ke pendidikan berikutnya,” demikian dipaparkan Tamsir. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here