Warga Khawatir Harga Sembako Tinggi

0
123
Utusan dari Kementerian Perdagangan saat melakukan sidak stok kebutuhan bahan pokok di Pasar Baru I dan II jelan Idul Fitri tahun lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

Jangan Timbun Sembako Jelang Ramadan

Jelang Ramadan, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengingatkan para pedagang ataupun distributor bahan kebutuhan pokok agar tidak melakukan penimbunan barang, memonopoli dagang dan menaikkan harga di atas standar.

TANJUNGPINANG – Karena, Tanjungpinang bukan daerah penghasil sembako. Sembako didatangkan dari luar daerah.

”Kami sangat mengharapkan agar hal itu tidak dilakukan para pedagang maupun distributor. Apabila hal itu ditemukan, kami tak segan untuk melakukan tindakan tegas dengan mengusut tuntas secara h ukum,” ujarnya Jumat (19/4).

Ia berharap harga sembako di Tanjungpinang tetap normal meskipun akan memasuki bulan puasa. Untuk memastikan tidak ada sembako ditimbun, ia turunkan tim langsung untuk mengecek kestabilan dan stok sembako.

Tim Satgas pangan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) kota Tanjungpinang.

”Selalu kita cek dan pantau melalui Satgas pangan kita. Namun hingga kini harga masih normal seperti biasa. Tapi kami ingatkan distributor dan pedagang tidak boleh menimbun sembako,” katanya.

Kasat menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya turun lagi kelapangan mengecek dan memastikan harga dan sembako di tengah masyarakat tetap tersedia. Jangan sampai, sembako ditimbun sehingga di pasaran sembako dan pangan menipis. Hukum pasar, kalau stok menipis maka harga naik. Ini tidak boleh terjadi.

”Kita tidak mau adanya permainan harga yang merugikan masyarakat. Setelah pengaman pemilu kita turun lagi kelapangan untuk mengecek dan mengawasi harga sembako,” sebutnya.

Ia menuturkan, harga yang masih normal ini dapat dipertahankan kedepannya. Tim nanti melaporkan harga pangan di lapangan. Termasuk potensi adanya pelanggaran undang-undang perdagangan. Seperti penimbunan terhadap suatu barang tertentu.

Lanjutnya, perlu informasi masyarakat jika ada ditemukan pelanggaran hukum seperti halnya penimbunan. Peran serta masyarakat akan memberikan informasi awal upaya kepolisian dalam melakukan tindakan secara hukum bilamana ditemukan indikasi penimbunan barang.

”Harga-harga sembako tetap normal, bila ada pelanggaran dilakukan maka akan ditindak. Tapi sejauh ini belum ada laporan ke kita tentang tindak pidana penimbunan barang,” ujarnya.

Salah satu pedagang warung nasi, namanya tidak mau dikorankan khawatir pedagang atau distributor menimbun sembako. Karena, setiap Ramadan harga sembako pasti naik. Berbeda dengan hari-hari biasanya.”Kalau sudah naik sembako, sulit turunnya,” ujarnya.

Ia menuturkan, sekarang saja harga ayam potong sudah tembus Rp40 ribu. ”Naik seribu perkilogramnya. Sebelumnya Rp39 ribu per kilog. Kata pedagang, mau naik lagi harga ayam, karena harga pakan ayam juga naik,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here