Warga Khawatir Keramba Hantam Rumah Warga

0
366
DIPINDAHKAN: Keramba jaring apung yang masih terdampar hingga kini belum dipindahkan ke lokasi semula. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – warga Sepempang khawatir keramba apung fiber yang terdampa, akan menghantam rumahnya jika tidak ditarik kembali ke posisi semua di Teluk Baruk, Kecamatan Bunguran Timur. Sebab, selama dua pekan lebih, keramba apung milik Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) itu tidak juga dipindahkan. Hal itu dianggap berbahaya selama angin kencang dan ombak tinggi yang masih berlangsung saat ini dan berpotensi menghempas ke rumah warga.

”Sepertinya keramba apung itu sudah mulai mendekati bibir pantai, dan jika tidak segera dipindahkan dan khawatir bisa menghantam rumah warga yang berada di sekitarnya,” ujar Dian, salah seorang warga yang rumahnya dekat dengan keramba yang terdampar, Selasa (2/1).

Ia mengungkapkan, keramba apung milik pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Kelautan dan Perikanan diserahkan kepada kelompok nelayan untuk dikelola dengan baik. Ia menjelaskan, bahwa keramba apung itu sudah dilakukan pengalihan sasaran pengelolaan bantuan tidak langsung pada nelayan.

Hal itu dikarenakan, nelayan tidak mampu mengoperasikan budidaya ikan kerapu khususnya Keramba Jaring Apung (KJA). Makanya, revitalisasi bantuan kerambah itu telah dilakukan dengan menarik bantuan berupa KJA bantuan tahun 2012 sampai 2013. Sebelumnya, telah diberikan bantuan pada nelayan sebanyak 520 lubang keramba yang tersebar di beberapa kecamatan di Natuna.

”160 lobang keramba telah kita tarik kembali, karena Program tidak berjalan sebagaimana mestinya. Nelayan kewalahan untuk mengeluarkan biaya pakan. Sebab, dulu bantuan diberikan tetapi tidak memikirkan pakan. Jadi ke depan, kita alihkan bantuan pada orang yang mampu untuk mengelola dan tetap melalui kelompok,” paparnya.

Ia berharap, agar keramba itu bisa segera dipindahkan karena sangat berbahaya jika sampai menghancurkan rumah warga jika musim utara belum berakhir.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here