Warga Khawatir Kotoran Babi Dijadikan Pupuk

0
576
WAKIL Ketua DPRD Agus Wibowo berkoordinasi dengan tim OPD, di lokasi peternakan babi di Desa Toapaya.f-yendi/tanjungpinang pos

TOAPAYA – Setelah DPRD Bintan meninjau lokasi peternakan babi di Km 40 Toapaya, kini muncul kekhawatiran warga. Selain izin usaha peternakan tersebut tidak ada, warga khawatir kotoran babi dijadikan pupuk pertanian di lokasi tersebut.

Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo mengatakan, Pansus dan tim terpadu dari Pemkab Bintan turun ke lokasi peternakan babi di Desa Toapaya, karena keluhan warga. Sebelum turun ke lokasi, DPRD menghubungi Kepala Dinas Pertanian mengenai keberadaan lokasi peternakan babi itu.

”Awalnya Kadis Pertanian menyatakan tidak ada peternakan itu. Setelah kita tinjau, baru mereka percaya. Nah, sekarang ini, datang lagi kekhawatiran warga. Jangan-jangan kotoran babi itu dijadikan pupuk untuk pertanian,” kata Agus Wibowo, kemarin.

Baca Juga :  Apri: Sekarang, Bangun Jembatan Rp 10 Miliar

Saat tim Pansus Ranperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan hewan meninjau lokasi, kandang peternakan babi berada di tengah area pertanian. Kotoran babi (kecning) tersebut dialirkan ke lahan pertanian yang ditanam sejumlah jenis tanaman.

”Dari Satpol, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan tim lain, sudah melihat lokasi kandang babi itu. Kotorannya (babi) ini yang dikhawatirkan warga. Apakah bisa dikatakan sehat dan halan, jika dijadikan pupuk tanam,” jelasnya.

”Ya, kita minta ditinjau ulang mengenai peternakan babi di Km 40 Toapaya itu,” tambah Agus Wibowo. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here