Warga Lancang Kuning Tak Dapat Prona

0
1085
Kholili Buyani

BINTAN – WARGA Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara bakal tidak mendapatkan program sertifikat lahan gratis, atau Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Karena, status lahan di Desa Lancang Kuning merupakan kawasan hutan lindung.

Kholili Buyani selaku Kepala Desa Lancang Kuning mengakui hal itu. Menurutnya, kondisi SK Menteri Kehutanan Nomor 76 tahun 2015 lalu, tidak berdampak bagi wilayahnya. Status kawasan hutan dan hutan lindung masih melekat, serta menyulitkan pembangunan desanya. ”Seluruh wilayah kami ini kan berstatus hutan lindung, dan kawasan hutan produksi. Oke lah hutan lindung, tidak dapat diganggu gugat. Namun, untuk kawasan hutan lainnya paling tidak dapat diubah sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya, Jumat (18/8).

Baca Juga :  Libatkan Warga dan Industri Hotel

Ia mengatakan, sembilan bulan lalu pihaknya sudah menyurati dinas dan kementerian terkait, agar status lahan dapat disesuaikan untuk pembangunan dan kebutuhan desa dan masyarakat. Sehingga status hak warga dapat terjamin oleh hukum. ”Seperti saat ini kami enggak dapat Prona. Padahal kan kalau dilihat dari target kecamatan, seharusnya kami dapat. Tapi kendalanya, ya di status lahan tadi,” jelasnya.

Ia mengharapkan, kondisi ini dapat menjadi perhatian khusus oleh pejabat berwenang. Karena, dengan kondisi dana desa yang cukup besar pastinya membutuhkan lahan-lahan untuk pembangunan. Sebelumnya, BPN Bintan memberikan program untuk pengurusan sertifikat lahan gratis ini sebanyak 12 ribuan persil. Karena tidak mencapai target di Kecamatan Bintan Timur, program diperluas ke Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Teluk Bintan dan Toapaya.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here