Warga Makin Sengsara

0
406
Distributor saat menurunkan gas elpiji 3 kg di salah satu pangkalan di Tanjungpiang f-raymon/tanjungpinang pos

Pemko Naikkan HET Gas Elpiji 3 Kg

Pemko Tanjungpinang tetap ngotot untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram. Harga Eceran Tertinggi semula Rp15.000 akan naik menjadi Rp18.000 per tabung.

TANJUNGPINANG – Masyarakat heran kenapa Pemko ngotot mau menaikkan HET gas. Padahal, daerah lainnya di Kepri tidak ada menaikkan HET gas elpiji 3 kilo. Gas 3 kilo ini adalah gas subsidi.

Kenaikkan HET nanti membuat masyarakat sengsara, karena harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan gas tersebut. Karena, harga di pangkalan pasti naik. Bahkan DPRD Kota Tanjungpinang terang-terangan menolak kebijakan Pemko menaikkan HET gas di tengah ekonomi semakin sulit. Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Riono mengatakan Pemko tetap akan menaikkan HET tabung gas LPG 3 kilogram, dari harga awal Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu. Namun, berkas persetujuan kenaikan harga HET gas 3 kilo itu masih di meja Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, H Raja Ariza.

”Pak Pj Walikota yang teken SK kenaikkan HET gas tersebut. Bukan saya yang meneken,” kata Riono kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (4/7).

Ada dua HET tabung gas LPG 3 kilogram yang bakal dipatuhi oleh pangkalan di Tanjungpinang. Untuk pangkalan berada di Tanjungpinang dan sekitarnya, hanya diperbolehkan menjual tabung gas LPG 3 kilogram sebesar Rp18 ribu. Khusus pangkalan berada di Pulau Penyengat, diperbolehkan menjual tabung gas LPG 3 kilogram sebesar Rp19 ribu.

Karena sebelum HET naik, berdarakan UU ESDM terlebih dahulu dilakukan pembahasan bersama. Pembahasan kenaikan HET sudah dilakukan, baik ditingkat Provinsi Kepri hingga tingkat Kota.

Pembahasan tersebut, melibatkan stakeholder terkait yang terlibat penanganan tabung gas LPG 3 kilogram. Seperti Pemprov Kepri, Pemkab Bintan, Hiswana Migas dan Pemko Tanjungpinang dan stakeholder lainnya. Hasil rapat tersebut, ternyata, ada kesepakatan bersama terhadap HET tabung gas LPG 3 kilogram.

”Sebelumnyakan, Hiswana Migas sudah sering kali mengajukan untuk menaikkan HET tabung gas LPG 3 kilo. Tapi, kita tidak penuhi. Seingat saya sejak tahun 2009 lalu HET tabung gas LPG 3 kilogram Rp15 ribu,” ucap dia.

Alasan Hiswaman Migas mengajukan kenaikan HET tabung gas LPG 3 kilogram, makin bertambahnya biaya operasional yang dirasakan para agen atau distributor tabung gas LPG 3 kilogram di Tanjungpinang. Kemudian, makin bertambah atau meningkatnya biaya hidup layak para karyawannya.

Kalau dilihat dilapangan, lanjut dia, selama ini masyarakat tidak pernah mempermasalahkan harga tabung gas LPG 3 kilogram diatas HET sebesar Rp15 ribu. Ada yang menjual tabung gas LPG 3 kilogram sebesar Rp19 ribu sampai Rp22 ribu. ”Wajar saja kalau HET gas 3 kilo naik,” terangnya.

Apabila sudah diteken oleh Pj Waliko Tanjungpinang, ia berharap, semua pangkalan harus mematuhi HET tabung gas LPG 3 kilogram sebesar Rp 18 ribu di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya. Untuk di Pulau Penyengat harga jual tabung gas LPG 3 kilogram sebesar Rp 19 ribu. ”Saya tidak mau mendengar ada pangkalan menjual tabung gas LPG 3 kilogram di atas HET itu,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here