Warga Mapur Minta Dikunjungi Gubernur

0
198
KAPAL pembawa penumpang saat melintas di depan Pulau Mapur, belum lama ini. f-istimewa

BINTAN – Pulau Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir merupakan pulau di wilayah hinterland Provinsi Kepri. Namun masyarakat menilai sejak menjabat, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang juga mantan bupati dua periode di Kabuten Karimun itu tidak pernah singgah di pulau terluar tersebut.

”Kalau dulu zaman almarhum HM Sani sering datang dan menampung aspirasi masyarakat di sini, tapi ini tidak sama sekali,” ujar Taufik salah satu masyarakat di Bintan Pesisir, kepada wartawan Minggu (9/9).

Hampir sebagian besar masyarakat di pulau tersebut meraup rezeki dari hasil laut, sebagian kecil lainnya pertanian dan berdagang.

Sempat terdengar kabar, bahwa pulau tersebut asing dari perhatian pemerintah, umumnya pemerintah provinsi. Bahkan bantuan-bantuan nelayan serta alat tangkap untuk kebutuhan padat penduduk setempat hampir tidak pernah diterima di pulau tersebut.

”Beda dengan gubernur sebelumnya,” ucapnya.

Secara administratif, Pulau Mapur terletak sebelah utara Kabupaten Bintan berbatasan dengan Laut Natuna Utara (Sebelumnya disbeut Laut Cina Selatan), sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kelong, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Kijang dan Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Natuna Utara.

Ada dua wilayah pulau yang berpenghuni di Desa Mapur yaitu Pulau Mapur dan Pulau Merapas yang terdiri dari 2 RW, 6 RT  dan satu dusun. Akses menuju ke Mapur sangat mudah. Ada dua cara untuk sampai ke pulau ini, pertama melalui pelabuhan Pantai Indah, Barek Motor Kijang dengan mengikuti atau menumpang kapal nelayan dari Pulau Mapur yang memasarkan ikan hasil tangkapannya di Kijang.

Selain itu dapat menggunakan kapal angkutan desa setiap hari Sabtu dan Selasa dengan biaya Rp 20 ribu sekali jalan dengan waktu kurang lebih dua jam perjalanan.

Di samping itu, untuk menuju ke Pulau Mapur dapat dilakukan melalui pelabuhan Desa Kawal,  dengan menggunakan pompong carteran milik warga atau nelayan sekitar dengan waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan.

”Kalau musim utara akses menuju ke pulau ini terhalang angin dan gelombang yang ekstrem, perjalanan laut ini sering terganggu,” ujarnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here