Warga Mengamuk di Kantor Camat

0
906
Menenangkan warga: Danramil 02 Sekupang, Kapt W Sinaga dan Lurah Tanjungpinggir, Azman menenangkan warga di halaman Kantor Camat Sekupang.F-tarmizi/tanjungpinang pos

Gara-gara Relokasi Ruli Ditiadakan 

BATAM – Puluhan warga ruli kampung karyawan, Kelurahan Tanjungpinggir, Sekupang, mengamuk di Kantor Camat Sekupang, Kamis (4/5) petang. Warga tidak dengan ulah PT Mahesa Tantra yang dinilai warga sudah ingkar janji terkait rencana penggusuran 80 ruli di Kampung Karyawan. Menurut warga, mereka sudah tinggal di kampung karyawan lebih dari 10 tahun .

Pertemuan antara warga dengan pihak PT MT bermula sekitar pukul 16.00 WIB di teras Kantor Kecamatan Sekupang. Adu argumentasi berlangsung dalam suasana kondusif dan difasilitasi pihak Kecamatan Sekupang. Tiba-tiba suasana berubah jadi gaduh. Kegaduhan ini dipicu pernyataan GM PT MT yang menyebutkan rencana relokasi ke pemukiman baru di Patam Lestari tidak dapat dilakukan.

Mendengar pernyataan Anto, massa langsung emosi, dan kursi yang semula mereka duduki mulai berterbangan. Untungnya kagaduhan itu cepat ditenangkan sejumlah personel kepolisian dari Polsek Sekupang dan anggota TNI dari Danramil 02 Sekupang. Aparat langsung mengambil inisiatif untuk mengarahkan Anto dan seorang stafnya masuk ke dalam Kantor Kecamatan Sekupang.

Baca Juga :  Sinergi Dinsos-Satpol Bersihkan Jalan dari PMKS

Meski berhasil diredam aparat, tapi teriakan-teriakan kemarahan massa tetap berlangsung. Suasana teriakan kemarahan ini terus terjadi hingga pukul 22.00 WIB. Dalam tempo waktu yang cukup lama tersebut, beberapa perwakilan massa melakukan negosiasi di ruang Sekcam Sekupang. Tidak ada keputusan yang dapat disepakati kedua belah pihak.

Danramil 02 Batam Barat, Kapten Inf W Sinaga yang tiba ke lokasi kegaduhan sekitar pukul 18.00 WIB berupaya menenangkan massa. Bahkan, sejumlah intel Kodim 0136 Batam yang datang untuk mengamankan situasi juga tidak mampu meredam teriakan-teriakan warga. Sekitar pukul 21.00 WIB, Kapolsek Sekupang, Kompol Feri Afrizon juga datang ke Kantor Kecamatan Sekupang. Tidak lama setelah kedatangan Feri Afrizon, negosiasi kembali dilangsungkan antara perwakilan warga dengan pihak PT MT.

Baca Juga :  Pajak Naik, Pengusaha Meradang

Tidak ada kesepakatan yang berhasil disepakati. Warga membubarkan diri sekitar pukul 22.15 WIB, setelah Kompol Feri Afrizon dan Kapt INF W Sinaga meminta warga untuk kembali ke rumah masing-masing dan menunggu kabar selanjutnya untuk menggelar perundingan.

Feri Afrizon dan W Sinaga serta Sekcam Sekupang, Rafe’ah S.Sos menyatakan bersedia menengahi permasalahan antara warga degan pihak PT MT.

Salah seorang yang dituakan dari warga, Bang Jhon menyebutkan, kemarahan warga tidak dapat dielakkan, karena pihak PT MT terlalu berbelit-belit dan terkesan mengulur waktu. Pihak PT MT juga dinilai tidak komit dengan apa yang telah mereka sampaikan pada warga pada pertemuan sebelumnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Sembako Murah Disalurkan 8.325 Paket

‘’Pada perundingan pekan lalu di aula Kantor Kecamatan Sekupang, dihadiri Camat, Kapolsok, Lurah Tanjungpinggir, pihak PT MT membuka peluang kepada warga untuk mencari lokasi relokasi terdekat di Patam Lestari. Pada pertemuan ini, pihak perusahan memutuskan sepihak menutup relokasi ke Patam Lestari. Tentu warga marah mereka,’’ kata Bang Jhon.

Sementara itu, Lurah Tanjungpinggir, Azman mengaku kecewa atas pertemuan antara warganya dengan pihak PT MT yang berlangsung gaduh tersebut.(TARMIZI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here