Warga Menilai Musrenbang Tak Berguna

0
377

NATUNA – SEBAGIAN masyarakat menilai, pembangunan Natuna yang menggunakan APBD belum merata. Pasalnya, masih ada fasilitas umum lainnya serta akses jalan yang belum juga dibangun sejak Natuna menjadi Kabupaten. Kurangnya perhatian itu, dirasakan bagi warga Batu Ampar. Sebab, setiap adanya pembahasan Muyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa sampai kecamatan sudah sering dicantumkan pembangunan akses jalan.

Untuk itu, usulan pada Musrenbang dirasakan warga hanya sia-sia. Namun, pada kenyataannya hingga saat ini belum juga terealisasikan. ”Setiap hujan jalan Batu Ampar yang berbatasan langsung dengan kawasan Air Kolek ini, menimbulkan keresahan bagi masyarakat Batu Ampar. Sebab, beberapa lobang tergenang air kerap kali mengintai para pengendara roda dua yang melewati jalan ini,” Kata Afi, warga RT 02 Batu Ampar, Kelurahan Ranai. Minggu (5/11).

Ia menjelaskan, warga sekitar selalu bergotong royong untuk menutup lubang-lubang yang tertutup genangan air. Terkadang, warga berinisiatif menyumbang apa saja seperti material hanya untuk meratakan lubang dengan jalan.

”Kita sering memasang plang dengan tulisan agar berhati-hati melewati jalan tersebut, apalagi ibu-ibu dengan sepeda motor andalannya tak akan mampu melintas hingga ke ujung gang,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Junaidi warga jemengan yang merasa, kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam mengakomodir pembangunan yang diusulkan melalui Musrenbang desa.

”Gimana kita tidak prihatin. dengan kondisi pemerintah daerah saat ini. Banyak warga yang kecewa usulan pembangunan semenisasi, terutama di daerah Jemengan yang diajukan pada Musrenbang desa sampai kecamatan tidak pernah terealisasikan dengan alasan belum penting,” paparnya.

Hal seperti di atas yang membuat para warga tidak percaya, dengan apa yang menjadi program pembangunan daerah. Karena, banyak warga menilai pembangunan ada sekarang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kekuasaan.

”Sering kali kegiatan yang diusulkan di Musrenbang tidak pernah tercapai. Untuk yang terealisasi hanya sebagian yang dekat dengan pejabat. Jika ini dibiarkan terus menerus, mau sampai kapan Natuna akan maju dalam pembangunan,” tandasnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here