Warga Minta Ada Program RTLH

0
872
MENINJAU: Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur dan rekannya meninjau rumah penerima bantuan. F-DOK/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Sudah dua tahun terakhir program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Tanjungpinang tak direalisasikan. Padahal sudah banyak masyarakat yang mengurus dengan melengkapi syarat yang diminta.

Ada dua sumber pendanaan perbaikan RTLH. Pertama APBD Pemko sendiri dan dari pusat melalui Kementerian PUPR. Bahkan di tahun 2010 hingga 2014 ada bantuan dari Provinsi Kepri. Hanya saja terhenti di 2015, karena defisit anggaran.

Warga Tanjungunggat, Lince berharap Pemko di 2018 mendatang jadi merealisasikan bantuan perbaikan RTLH tersebut. Apalagi ia sudah menunggu sejak beberapa tahun terakhir.

”Kemarin kami sudah diminta masukkan berkas ke lurah dan katanya di verifikasi di Dinas Perkim. Tapi bantuannya tidak diberikan tahun ini, rencanya 2018. Mudah-mudahan terealisasi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  TPU Batu 16 akan Dipasang Paving Blok

Ia mengakui rumahnya berada di pinggir pantai atau rumah panggung. Hanya saja sesuai ketentuan, dapat diberikan asal memiliki pernyataan dari tuan tanah bersedia meminjam lahan dalam jangka tertentu.

”Lahan rumah kami tidak ada sertifikat, tapi pemilik lahan biasanya mau membantu jika ada yang ingin mendapatkan bantuan tersebut,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, yang mengaku sudah mengurus berkas. Serta berharap dapat diberikan bantuan. Menanggapi ini, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu sangat mendukung program tersebut. Minimal dalam satu tahun membantu 200 unit rumah yang tersebar di empat kecamatan.

Baca Juga :  Lapak Pedagang Ditukar, Curhat ke Dewan

”Saya sempat heran juga tahun ini gak ada program tersebut, padahal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Biasanya dari anggaran pemko atau provinsi, setiap rumah menerima bantuan senilai Rp 20 juta. Di luar upah pendamping yang ditunjuk. ”Jadi alokasi anggarannya juga tidak besar, sekitar Rp 4 miliaran, tapi sudah 200 unit rumah terbantu,” tuturnya.

Ia menilai, ini merupakan program kesejahtraan masyarakat yang perlu terus di perjuangkan. Bahkan meski sudah ada bantuan dari pusat, Pemko tidak salah mengalokasikannya hal yang sama. ”Masih ribuan rumah warga yang butuh program tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Satu Jurnalis Berangkat Umrah Gratis

Ia mengingatkan dinas terkait agar tak lupa men-follow up bantuan dari Kementeria PU PR. Jangan seperti tahun ini yang tak dapat. Bila tidak dapat, diharapkan dialokasikan di APBD Pemko. Sehingga masyarakat tidak kecewa lagi.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here