Warga Minta Benahi Penerangan Lintas Barat

0
958
BATU MIRING BATIK: Pekerja kontraktor memasang batu miring bermotif batik di lokasi proyek pembangunan gapura tanjak, di simpang jalan Lintas Barat menuju perkantoran Bandar Seri Bentan, Jumat (10/11) kemarin. f-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Warga Tanjunguban meminta agar pemerintah segera membenahi penerangan lampu jalan, di kawasan jalan Lintas Barat, dari Busung ke Km 16 Toapaya atau sebaliknya. Selain antisipasi tindak kejahatan, penerangan jalan juga mengurangi korban kecelakaan lalu lintas.

Seperti kecelakaan lalu lintas di jalan Lintas Barat Desa Busung, baru-baru ini. Pekerja swasta di agen pelayaran itu meninggal disebabkan oleh faktor kondisi jalan yang gelap. Sehingga pejalan kaki dan pengendara sangat rawan terjadi kecelakaan.

Roberriyanto warga Tanjunguban meminta, Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemkab Bintan untuk memperhatikan kondisi penerangan di sepanjang lalan Lintas Barat. Mulai dari Tanjunguban hingga Batu 16 Toapaya. Menurutnya, dengan adanya anggaran pemeliharaan jalan raya serta anggaran dari Pemkab Bintan, jalan harus memperhatikan ruas-ruas jalan gelap dan rawan kecelakaan.

Baca Juga :  Bangun Rumah Harus Ada MCK

”Kalau dari wewenang sebagai jalan nasional, pasti ada Satker yang melakukan pemeliharaan jalan ini. Tetapi kok di setiap jembatan misalnya, penerangan sangat minim. Belum lagi ada yang gelap total. Begitu juga dibeberapa ruas jalan seharusnya ada penerangan,” sebutnya, Jumat (10/11) kemarin.

Rusli, Kepala Desa Busung juga menjelaskan, sepanjang Jalan Raya Busung memang gelap dan tidak ada penerangan pada malam hari. ”Mulai dari arah SD sampai ke RSUD tidak ada penerangan, wilayah ini kan perlu penerangan, misalnya di wilayah wisata, Simpang Lepan, pos masuk Bandara dan bahkan pemakaman, tetapi memang tak ada sampai saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Kader Demokrat Jadi Penyambung Aspirasi

Sebelumnya, Sekda Bintan Adi Prihantara mengatakan, kegiatan pemasangan lampu penerangan jalan di Lintas Barat segera dikerjakan. ”Kegiatan ini sedikit terlambat dikerjakan, karena teknis lelang dan petunjuk teknis. Tapi, kegiatan selesai menjelang akhir tahun. Sedangkan kegiatan pembangunan infrastrukur lainnya, tetap berjalan sesuai progres,” kata Adi Prihantara, saat mengungkapkan serapan anggaran akhir Oktober 2017, belum lama ini. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here