Warga Minta Pelabuhan Arung Hijau Dibangun

0
709
SEORANG personel SAR saat memperingatkan anak-anak yang mancing di dermaga Arung Hijau yang ambruk.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Warga Arung Hijau desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan membutuhkan pelabuhan yang baru, setelah Pelabuhan Arung Hijau rusak dihantam gelombang.

ANAMBAS – PASALNYA pelabuhan yang ada saat ini, sudah tidak layak digunakan karena kondisinya rusak berat karena dihantam gelombang pada akhir tahun 2017 lalu.

Sehingga, pelabuhan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan dan bagian depan dermaga sudah rapuh dan lantainya sudah banyak yang retak.

”Walaupun dalam keadaan rusak parah, para nelayan yang ada tetap menggunakan pelabuhan itu. Karena tidak ada pelabuhan lain, dan warga dari pulau lain juga tetap menggunakan pelabuhan itu, walaupun risikonya sangat tinggi,” ungkap Kherman Syah, Kepala Desa Tiangau Kecamatan Siantan, Rabu (10/1).

Baca Juga :  Buah Pala Gerakkan Perekonomian Warga

Ia menjelaskan, jika pelabuhan Arung Hijau dibuat sekitar tahun 2006 dan 2007 lalu dan kini pelabuhan itu berumur 10 tahun.

”Pada saat itu pernah dihempas gelombang yang lebih besar dari pada yang akhir tahun lalu. Tetapi karena kondisinya masih baru, maka tidak jadi masalah,” ungkap Kherman Syah.

Sebelumnya, kerusakan pertama kalinya disebabkan berlabuhnya kapal tongkang muatan bahan bangunan sekitar tahun 2013. Meski tidak sandar di dermaga, tapi tongkang tersebut diikat dengan tiang dermaga dan tangga dermaga.

Baca Juga :  Jalan Gelap, Pengendara Jatuh ke Jurang

Sehingga, saat tongkang yang bermuatan bahan bangunan tersebut tertarik gelombang lalu tiang dermaga tersebut juga ikut tertarik dan kemudian patah. Pada saat itu, terdapat tiga tiang yang patah masing-masing dua tiang bagi depan dan satu tiang bagian samping dan bahkan tangga di dermaga ikut roboh.

”Kalau tidak patah tiangnya, dermaga itu tidak akan rusak saat dihantam gelombang kemarin. Tetapi karena penahannya tidak ada, maka dermaga itu bisa rusak,” sebutnya.

Namun yang disesalkan, lanjut Kherman Syah, tidak ada pertanggungjawaban dari pemilik tongkang. Warga sempat demo ke Dishub dan instansi terkait, tapi sampai sekarang tak ada bentuk pertanggungjawaban yang nyata.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here