Warga Pelantar Minta SWRO Dioperasikan

0
507
MELINTAS: Warga Pelantar I sedang melintasi mesin Hidran yang ada di kawasan tersebut. f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Warga di Pelantar berharap pemerintah dapat segera merealisasikan janjinya untuk mengoperasionalkan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) ke rumah-rumah mereka.Hal ini diutarakan, warga Pelantar III, Ayu kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Sejak instalasi meteran dan selang dipasang di rumah, sampai kini belum pernah menikmati air yang sudah lama dijanjikan. Keberadaan SWRO, kata Ayu, memang telah lama dinanti warga lantaran bisa menjadi solusi nyata ketika musim kemarau tiba nantinya. ”Kami sangat ingin segera dioperasional, maksimal 2017 ini,” paparnya.

Hingga kini dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, warga kawasan pelantar masih sepenuhnya mengandalkan suplai air dari PDAM atau dari pompong keliling. ”Kami sudah sangat senang ketika pemasangan selang dan meteran ke rumah. Tapi sampai kini belum ada tanda-tanda akan dialiri air laut yang di suling tersebut,” paparnya.

Baca Juga :  Optimis Perayaan Natal dan Tahun Baru Lancar

Sementara itu, Agus warga Pelantar II mengatakan, ketika musim hujan warga yang ada di pelantar tidak terlalu khawatir kekurangan persediaan air bersih. Hanya saja, ketika musim kemarau, menjadi momok yang menakutkan bagi warga yang tinggal di pelantar. ”Apalagi kita yang tinggal dibagian ujung ini, hendak membeli air bersih dari mobil tangki tidak mungkin. Jadi membeli air melalui kapal,” ungkapnya.

Pria separuh baya tersebut mengatakan, apa yang sangat memprihatinkan bagi pihaknya yaitu terpaksa membeli air dari tangki-tangki yang dijual dari pompong-pompong pengangkut air. Hanya saja, air yang dibeli masih jauh dari harapan.

Baca Juga :  Fiber Ikan Bikin Semak Pasar Bincen

”Terkadang rasanya payau. Tetapi mau gimana lagi, terpaksa harus membeli. Harganya juga lumayan Rp 80 ribu untuk ukuran tangki 1.000 liter. Jumlah tersebut hanya cukup beberapa hari saja,” tuturnya.

Disinggung mengenai belum bermanfaatnya SWRO, Agus mengharapkan proyek percontohan nasional tersebut bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Tanjungpinang yang tinggal dikawasan pelantar.

Sehingga mendapatkan persediaan air bersih yang cukup. Apalagi kebutuhan air bukan hanya sebatas sehari-hari, namun banyak juga untuk usaha. Terkait harga, ia berharap lebih murah dan dapat dijangkau masyarakat. “Kita berharap murah jadi tak membebani. Jika mahal tentu warga tak sanggup,’ paparnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here