Warga Pelantar Pasang Pembatas Rumah

0
386
KENDARAAN roda dua melintas di kawasan Pasar Kota Lama yang digenangi banjir Rob. f-raymon/tanjungpinang pos

Banjir Rob Jadi Langganan Tiap Tahun

TANJUNGPINANG – Banjir rob atau air laut pasang tinggi sudah menjadi fenomena tahunan di daerah pesisir Kota Tanjungpinang khususnya kawasan pelantar-pelantar. Banjir rob sering terjadi di bulan Desember hingga Januari atau mendekati perayaan Imlek.

Menurut Acua, RW 10, banjir rom terjadi beberapa kalid alam setahun. Biasanya diawali pada akhir bulan Desember, lalu disusul di di awal bulan Januari kemudian terjadi lagi menjelang Imlek.

”Ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya, warga juga sudah pada mempersiapkan diri,” katanya Selasa (16/11).

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya air laut ke kawasan toko atau rumah-rumah warga yang tinggal di pesisir, warga sudah mengantisipasi dengan membuat tembok atau bendungan di depan pintu masuk.

Bahkan adayang menutup pintu belakang atau lubang-lubang yang berpotensi tempat masuknya air ke dalam rumah. Karena sudah menjadi banjir rutin, hingga warga sudah siap dengan memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi, saat memasuki akhir Desember.

Banjir air pasang biasa terjadi selama tiga hari. Di hari pertama, banjir air tidak terlalu tinggi. Ini juga menjadi petanda bagi warga untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu.

”Kalau sudah banjir besar, barang-barang dipindahkan ke tempat yang tinggi karena akan berlangsung selama tiga hari. Paling tinggi nantinya hari ketiga, setelah itu turun lagi,” sebutnya.

Biasanya, warga yang rumahnya terbuat dari semi permanen atau kayu yang kualahan menghadapi banjir rob. Hampir setiap lorong di daerah Pelantar II ditemui rumah kayu itu karena bangunan lama.

”Bangunan berbahan kayu itu merupakan warisan dari orang tua dan mereka jarang mengubahnya. Ini yang selalu menjadi korban banjir,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengatasi adanya ombak, warga sudah mengubah tiang dan slop dengan berbahan semen. Jadi meski rumah berbahan kayu, namun tiang sudah terbuat dari semen, hingga bangunan menjadi lebih kokoh.

”Yang paling beresiko kena ombaka adalah rumah yang berada paling ujung. Tapi karena bentuknya sudah berbahan beton hingga sejauh ini aman,” tuturnya.

Ketinggian air pasang tahun ini sekitar 30 cm. Acua menjelaskan, hampir semua pelantar langganan banjir saar banjir rob. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here