Warga Perbaiki Jalan Kelarik

0
250
PULUHAN kendaraan dan satu alat berat berpartisipasi dalam perbaikan jalan Kelarik. f-hardiansyah/tanjungpinang pos
Masyarakat di Kecamatan Bunguran Utara memperbaiki jalan Kelarik secara swadaya. Hal ini dilakukan lantaran kondisi jalan lintas Kelarik-Batubi semakin memprihatinkan.

NATUNA – Puluhan kendaraan roda enam, dan satu alat berat di terjunkan untuk menimbun jalan rusak.

Camat Bunguran Utara, Izhar mengatakan, dengan perbaikan jalan tersebut akses warga dari Kelarik menuju Kota Ranai tidak terkendala lagi.

”Alhamdulillah. Kami ucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan dukungan semua pihak, yang sudah berpartisipasi dalam perbaikan jalan Kelarik. Kami berharap, jalan ini bisa segera diaspal,” kata Izhar, Kamis (7/2).

Tahun ini kata Izhar, pembangunan jalan Kelarik tidak ter-cover dalam APBD.

Oleh karena itu, warga bertekad menggalang dana iuran untuk melakukan perbaikan jalan.

”Padahal setiap tahun anggaran untuk jalan lintas Kelarik-Batubi selalu ada. Namun tahun ini tidak ada dianggarkan,” ungkapnya.

Jalan Lintas Kelarik merupakan satu-satunya jalan darat yang biasa dilalui oleh masyarakat, dari Ranai dan menuju Kelarik dengan ditempuh oleh kendaraan roda dua dan empat.

”Kalau kita lihat curah hujan yang sering beruntun hingga berhari-hari, nampaknya jalan itu akan rusak hingga tidak bisa digunakan lagi,” kata Syafri, seorang warga di Ranai, Senin (26/11) tahun lalu.

Ia menyebutkan, belakangan ini intensitas hujan di Natuna cukup tinggi.

Hal ini membuat debet air yang melintas di setiap sungai yang beradai sepanjang jalan itu, membeludak dan ditambah lagi dengan air yang tidak mengalir melalui sungai.

Disisi lain, postur jalan itu sebagiannya masih berupa tanah timbunan saja meskipun sudah ada yang berupa tanah keras.

Bukan hanya itu, jalan itu juga tidak dilengkapi dengan perangkat pengaman jalan seperti box culvert dan drainase sehingga air dengan mudah menggenangi jalan serta mengikis tanahnya.

”Kalau ujan beruntun sampai tiga hari sering terjadi, saya rasa di titik- titik tertentu jalan itu akan habis dan tidak bisa digunakan lagi,” sambungnya.

Hal yang sama diakui Hari, warga lainnya. Ia menyebut di tempat-tempat tertentu badan jalan sudah berubah jadi genangan air besar dan panjang, sehingga pengguna jalan tidak bisa melintas.

”Sepertinya kita sudah bisa mendayung sampan di sana. Terparahnya di seputaran Tegul Tambun dan sejumlah titik lainnya,” tutur Safri.

Sekretaris Kecamatan Bunguran Utara, Mardi Hendika membenarkan kondisi itu. Ia menyebutkan kerusakan jalan yang terparah terjadi di sepanjang kurang lebih 4 sampai 6 kilo meter. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here