Warga Pilih Memetik Cengkih di Tarempa

0
558
SEORANG anak ikut membantu orang tuanya untuk memetik cengkih di kebun yang berada di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. f-istimewa
Tahun ini, para petani cengkih di Midai merasa kurang puas dengan hasil panen. Midai merupakan daerah yang terkenal, sebagai penghasil cengkih terbaik se-Natuna.

NATUNA – Pasalnya, hasil cengkih tahun ini yang didapat tidak begitu memuaskan dari segi kualitasnya serta tidak semuanya panen.

Sehingga warga lebih memilih pergi ke kabupaten tetangga Kabupaten Kepulauan Anambas, tepatnya ke Tarempa guna mengambil upah memanjat cengkih.

”Biasanya setiap tahun kita bisa merasakan hasil panen cengkih di Midai. Namun tahun ini di Midai sama sekali hasil dari sebagian kebun cengkih tidak begitu memuaskan dibandingkan tahun lalu,” kata Sidik, warga Midai yang biasa mengambil upah memanjat cengkih, melalui telepon, Minggu (10/2).

Kecamatan Midai sudah terkenal, sebagai kecamatan penghasil cengkih terbanyak dengan kualitas terbaik dibandingkan daerah lainnya di Natuna.

Namun entah mengapa tahun ini, hasil cengkih yang didapat tidak seperti biasanya dan hanya sebagian kebun yang bisa menghasilkan cengkih berkualitas.

Dengan tidak adanya panen raya cengkih di Midai, para warga yang biasa mengambil upat memanjat cengkih lebih memilih berangkat ke Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mengambil upah panjat memetik cengkih.

”Kita pun kurang mengetahui, mengapa tahun ini Midai tidak begitu banyak yang merasakan hasil panen melimpah. Biasanya setiap awal tahun, pemilik kebun cengkih sudah sibuk memanggil pemanjat cengkih. Tetapi sekarang tidak ada sama sekali, yang mau meminta untuk dipanjat pohon cengkihnya. Sekarang malah banyak warga, yang mengambil upah panjat cengkih di tarempa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sudirman, pemilik kebun cengkih di Kecamatan Suak Midai.

Sudirman mengatakan, tahun ini hasil penen cengkih kurang. Tidak semua pemilik kebun cengkih yang berbuah, hanya sebagian kecil saja.

”Tidak semuanya yang panen, hanya sebagian saja. Itu juga sisa dari hasil panen sebelumnya yang belum sempat berbuah,” jelasnya.

Sudirman menjelaskan, biasanya setiap tahun selalu saja kebun cengkih di Midai berbuah lebat. Namun, baru tahun ini hasilnya kurang dari yang diharapkan.

”Kurang tahu juga mengapa tahun ini hasil cengkih tidak melimpah. Biasanya setiap tahun hampir serentak, pemilik kebun cengkih memanen hasilnya. Mungkin karena faktor cuaca, yang membuat hasilnya menurun,” ungkapnya.

Ia berharap, dipertengahan tahun ini hasil cengkih bisa melimpah kembali. Karena, ada beberapa kebun yang sudah menampak bunganya.

”Ya mudah-mudahan aja di pertengahan tahun bisa berbuah lebat. Dan warga bisa kembali merasakan hasil cengkih yang melimpah lagi,” harapnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here