Warga Protes Meter Listrik Diubah ke Prabayar

0
1051
Petugas dari PLN Area Tanjungpinang didampingi pihak kepolisian saat mengecek meteran warga di kawasan Komplek Pinglang Mas Bintancentre, belum lama ini. f-abas/tanjungpinang pos

Warga Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang dikagetkan dengan beredarnya surat dari PLN yang menuliskan akan dilangsungkannya migrasi pelanggan. Yakni, dari paskabayar ke prabayar.

TANJUNGPINANG – Surat bertanggal 25 Januari 2018, yang ditandatangai oleh Manajer Area Tanjungpinang rayon kota ini berisikan tindak lanjut dari surat keputusan GM PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR).

Yang menyampaikan, SK GN mengenai program migrasi ke listrik prabayar yang akan dilaksanakan sepanjang 2018. Dimulai pada Februari ini. Pelaksanaan penggantian meteran dari meter paska bayar ke meter listrik prabayar, akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh pelanggan paska bayar.

Dalam surat bernomor 02/AGA.01.02/RTPI/2018 ini, pihak PLN juga membutirkan lima hal, yang dianggap menjadi keunggulan dari penggunaan meter listrik prabayar.

Keputusan tersebut, berdasarkan keputusan GM PT PLN (persero) wilayah Riau-Kepri melalui surat No:0152/AGA.01.01/WRKR/2017 tanggal 11 April 2017 tentang, penyampaian SK GM perihal program Migrasi ke listrik prabyar dan diikuti dengan SK Menejer PT PLN Area Tanjungpinang No. 001.K/M-ATPI/2018.Anggota DPRD Kepri Daerah pemilihan (Dapil) Kota Tanjungpinang, Teddy Jun Askara (TJA) minta agar PLN tidak langsung membuat keputusan sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. Atau disampaikan ke DPRD Kepri.

”Wajib dong di sosialisasikan dulu ke masyarakat luas,” tegasnya, kemarin

”Jangan pelanggannya belum tahu, lantas dipaksa untuk menggantinya,” tegas politikus Golkar Provinsi Kepri, kemarin.

TJA menambahkan, masyarakat menurutnya tidak akan mempersoalkan, atas program yang mereka canangkan khusus di tahun 2018 ini. Asalkan, apa yang direncanakan ini, disetujui seluruh masyarakat. ”Intinya disosialisasikan lah, keuntungannya seperti apa keselamatannya seperti apa, kan seperti itu. Tidak bisa tukar-tukar begitu. Bagi masyarakat yang paham oke lah, tapi bagi yang tidak tahu apa-apa, kan bisa jadi gejolak,” tegas ketua anggota Komisi IV DPRD Kepri tersebut.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri lainnya, Rudi Chua menjelaskan, pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari pihak PT PLN Wilayah Riau Kepri. Terkait rencana program migrasi tersebut, pihaknya menjelaskan, bahwa tidak benar penggantian meteran reguler ke token (pra bayar) diwajibkan kepada seluruh pelanggan.

Melainkan hanya kepada yang bersedia secara sukarela dan kepada pelanggan yang melakukan tunggakan pembayaran lebih dari dua bulan. Untuk itu kita mengimbau agar PLN di Tanjungpinang tidak melakukan penggantian meteran secara paksa (wajib) tetapi hanya kepada pelanggan sesuai kriterianya.

Menurut Rudi, sebagai catatan penggantian paksa atau secara sepihak tersebut juga melanggar Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.27 tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang terkait dengan penyaluran tenaga listrik oleh PT PLN (persero) pasal 9 ayat 2 yang menyatakan dalam penyambungan tenaga listrik, konsumen yang mengajukan penyambungan baru atau perubahan daya dapat memilih sambungan listrik berdasarkan Tarif tenaga listrik reguler atau Tarif Tenaga Listrik Prabayar.

”Jadi kepada masyarakat yg memang menginginkan penggantian ke prabayar secara sukarela kita imbau bisa memanfaatkan kesempatan ini karena tidak dipungut bayaran untuk penggantian tersebut,” terang Rudi politisi Hanura Kepri tersebut.

Sebelumnya, Beredar surat pemberitahuan dari PT PLN Persero Tanjungpinang, tentang program migrasi ke Kwh meter listrik menjadi Kwh listrik Prabayar atau sistem token yang ditujukan kepada pelanggan PT PLN Rayon Tanjungpinang.

Dalam surat tersebut, bahwa PT PLN Area Tanjungpinang, menyampaikan, kepada pihak pelanggan khusus pelanggan paska bayar, PLN akan melaksanakan penggantian kwh meter listrik paska bayar menjadi kwh listrik prabayar.

Untuk proses penggantiannya, akan dilaksanakan di sepanjang tahun 2018 dan di mulai bulan Februari tahun 2018. Pelaksanaan penggantian meteran dilakukan, secara bertahap kepada seluruh pelanggan paska bayar.

Mengingat, keunggulan dari meter listrik prabayar tersebut, antara lain, pelanggan tidak dikenakan biaya beban. Pelanggan dapat mengatur sendiri pemakaian kwh sesuai ketentuan, dapat menghemat pemakaian, tidak akan dilakukan pemutusan terkait tunggakan, serta privasi pelanggan lebih terjaga.

Salah satu petugas PLN Area Tanjungpinang mengaku rencana tersebut, merupakan program tahun 2018. PLN bertekat, pelanggan khususnya di Tanjungpinang yang masih paska bayar, pelan-pelan sudah bermigrasi ke pra bayar. Mengingat, keuntungan dan kemudahannya sama-sama terjaga, baik manajemen PLN maupun si pelanggan.

Saat ini, lebih kurang seribuan pelanggan lagi, yang masih menggunakan kwh paska bayar. Maksudnya, tahun 2018 secara perlahan, migrasi ke kwh Prabayar, mulai dilakukan.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here