Warga Sandera Truk PT Harap Panjang

0
1300
DISANDERA: Tiga truk milik PT Harap Panjang yang ditahan pemilik lahan terkait proyek pelebaran jalan. F-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

LINGGA – WARGA pemilik lahan di sekitar proyek perluasan lahan untuk dibangun jalan di Jalan Air Merah, Kelurahan Raya menahan tiga truk PT Harap Panjang. Penahanan tiga truk ini disebabkan pemilik lahan tidak terima 3 meter lahan miliknya terkena pelebaran jalan yang dilakukan.

Awalnya, sebelum pekerjaan pelebaran jalan dilakukan telah ada pertemuan antara pemilik lahan, kontraktor, Dinas PU Lingga dan Lurah Kelurahan Raya. Dalam pertemuan tersebut, telah disepakati pemilik lahan akan mendapatkan ganti rugi.

Namun, tidak ada realisasi pembayaran ganti rugi sampai pekerjaan dilakukan. Ironisnya, kontraktor malah memperjualbelikan batuan dan tanah yang dikeruk untuk mendapatkan keuntungan.

”Kontraktor berjanji akan melunasi ganti rugi pada hari ini, Jumat (26/5). Namun, tidak ada itikad baik dari pihak kontraktor untuk merealisasikan janji itu,” kata Sadikin, ahli waris pemilik lahan, Jumat (26/5).

Sadikin menjelaskan, sebelumnya pihak kontraktor juga telah beberapa kali berjanji untuk menyelesaikan persoalan tanah warga yang terkena pelebaran jalan. Beberapa janji yang dilontarkan, untuk bertemu pemilik lahan diabaikan kontraktor dengan berbagai alasan.
Tiga truk pengangkut tanah yang ditahan tersebut tidak akan dilepas pemilik lahan sebelum persoalan tersebut selesai.

”Sudah berapa kali kontraktor berjanji untuk bertemu kami. Namun, hingga kini belum ada realisasinya dan kami hanya menuntut hak,” katanya. Sementara itu, Usman Wello aktivis masyarakat setempat, menyayangkan sikap kontraktor yang mengabaikan hak masyarakat.

”Seharusnya kami berterima kasih dengan proyek peningkatan jalan dari pemerintah ini. Akibat ulah kontraktor yang mengabaikan hak masyarakat, bukan berterima kasih, masyarakat malah mengutuknya,” ucapnya.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here