Warga Sulit Jual Hasil Kebunnya

0
168
WAKIL Bupati Anambas Wan Zuhendra ketika mencoba alat penggilingan padi di saksikan sejumlah rombongan dan para petani tahun 2018 lalu. F-ISTIMEWA
Warga Desa Rewak Kecamatan Jemaja mengeluhkan sulitnya menjual hasil panen dari kebun mereka. Bahkan, banyak hasil kebun yang dijual murah bahkan ada yang busuk di batangnya.

ANAMBAS – Darwis sebagai petani kebun mengatakan, bahwa saat ini dirinya bersama sejumlah warga lainnya mengalami kesulitan memasarkan tanaman hasil panen kebun mereka.

Ia juga tidak mengerti, apa penyebab sesungguhnya sehingga hasil panennya sedikit terjual di pasar.

”Kami pun binggung kenapa sekarang hasil panen kami, tidak banyak terjual dipasar rakyat di sekitar Keluruhan Letung Kecamatan Jemaja. Dimana penduduknya lebih banyak jumlahnya dan sedikit sebagai petani,” ungkap Darwis, kepada Tanjungpinang Pos, Senin (14/1).

Tanaman yang ia maksud sulit terjual itu, seperti buah pisang, buah mangga dan buah nenas.

Diketahui, penduduk Desa Rewak hampir 90 persen bekerja sebagai petani kebun dan tanaman pisang semua ada di kebun milik warga.

”Beberapa tahun lalu ada penampung buah pisang ini, dan dijual keluar wilayah seperti kota Tanjungpinang dan Batam. Kini tidak ada lagi, disebabkan biaya operasional jelang tiba di sana lebih besar ketimbang untung yang akan diraih. Pedagangnya tidak mau membeli pisang kami lagi karena rugi katanya,” ucap dia.

Sedangkan hasil panen di pasarkan ke dalam wilayah, tidak laku sebab jumlah pisang lebih banyak yang jual ketimbang pembelinya.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, dapat memberikan solusi yang baik kepada petani kebun di sana.

Jika dibiarkan berlarut-larut, maka tidak para petani akan malas untuk bercocok tanam buah pisang lagi dan buah-buahan lainnya.

”Mudah-mudahan ada solusilah dari Pemda, untuk para petani kebun. Kami butuh dipasarkan saja hasil tanaman kami ini. Sudah banyak yang busuk di pohon dan tidak ditebang oleh petani,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Rewak Japridin mengakui bahwa petani kebun di Rewak memang mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil panennya beberapa tahun ini sejak 2018 kemarin.

Pihaknya juga ingin memasarkan, namun itu mengalami kendala terkait anggaran.

”Sudah banyak warga mengeluh terkait hasil panennya. Kita masih mencari solusinya. Dalam waktu dekat, kita akan rapat dengan masyarakat terkait persoalan ini,” ucap dia.

Ia juga berharap, agar warga bersabar dan tidak patah semangat untuk bercocok tanam. Ia juga mengakui, bahwa saat ini warga sedang disibukan juga memetik cengkih. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here