Warga Sungai Unggar Curhat ke Calon Wawako

0
302
Calon Wakil Walikota Rahma ketika menghadiri pesta Bonas tahunan belum lama ini. F-ISTIMEWA

Terkait Persoalan Lahan, Pertanian dan Batas Wilayah

TANJUNGPINANG – Masa kampanye dimanfaatkan calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma berpasangan dengan H Syahrul dengan nomor urut 1, untuk menemui masyarakat untuk berdiskusi dan dialog, apa saja menjadi permasalah di tengah warga.

Seperti kemarin, warga Sungai Unggar curhat mengenai tapal batas perbatasan Tanjungpinang-Wacopek (Bintan) belum selesai. Masih banyak warga Tanjungpinang tinggal di perbatasan mengantongi KTP Bintan.

Tidak hanya itu, soal status sengketa lahan yang masih belum ada solusinya dengan salah satu perusahaan di kawasan Sungai Unggar Dompak. Warga juga curhat kondisi para petani, tentang masalah pupuk subsidi.

Petani mempertanyakan kenapa proses mendapatkan pupuk subsidi tidak seperti di Bintan. Kalau di Tanjungpinang, misalnya petani mengusulkan satu ton tapi yang dikasih oleh pemerintah hanya separohnya. Bahkan uang yang sudah dikumpulkan kelompok tani harus dikembalikan lagi.

Warga juga membeberkan, dari tahun ke tahun saat Musrebang, ia selalu mengusulkan agar jalan menuju rumahnya aspoal, tapi hingga saat ini belum juga di aspal. Siang dan malam warga harus menghirup debu saat melintas di jalan tersebut.

Menanggapai keluhan warga tersebut, Rahma akan mencarikan jalan solusinya, bila nanti ia terpilih. ”Tidak ada yang tidak bisa diatasi dan dicarikan solusi asalkan ada komitmen kepala daerah dan komunikasi. Insha Allah kalau saya terpilih nanti, keluhan bapak/ibu akan kami prioritaskan,” kata Rahma didampingi ketua tim pemenangan Syahrul-Rahma, Ade Angga.

Menurut Rahma, saat ia menjadi anggota DPRD, ia juga menerima keluhanan yang sama dari petani di daerah Senggarang. Masalahnya terkait pupuk subsidi. Pertani menanyakan kenapa pembagian di Bintan pupuk subsidi tidak ada masalah, kok di Tanjungpinang petaninya mengeluhkan.

Kata Rahma, persoal ini perlu ditelusuri dan dicarikan solusi. Soal jalan yang belum di aspal, Rahma menjelaskan sebenarnya pemerintah pusat telah menganggarkan pengaspalan jalan ke arah pelabuhan Tanjungmoco tahun lalu, namun status lahan belum di bebaskan, maka jalan tersebut belum juga di diaspal.

”Bapak/ibu perlu juga ketahui kalau status lahan masih bermasalah atau belum dihibahkan kepemerintah, pemerintah tidak bisa mengaspalnya, tapi pasti ada solusinya, solusi ini akan kita lakukan nanti,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here