Warga Tak Semangat Ikut Vaksinasi MR

0
63
WAKIL Bupati Natuna Hj Ngesti bersama Kadinkes Natuna Rizal Rinaldy saat pencanangan Vaksin MR di salah satu sekolah. F-ISTIMEWA

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna telah resmi melanjutkan kembali, terkait kegiatan vaksinasi Campak (Measles) dan Rubella (MR). Namun, karena terhambat oleh status halal sehingga warga tidak lagi bersemangat untuk vaksinasi.

NATUNA – Sebelumnya, kegiatan imunisasi MR sempat ditunda dalam rentang waktu beberapa minggu karena tidak halal.

Kegiatan ini dilanjutkan, karena Bupati Natuna Hamid Rizal telah mengizinkannya pada kegiatan vaksinasi lanjutan ini. Namun, masyarakat terlihat kurang partisipatif untuk mengikutinya lagi.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Arliansyah mengatakan, vaksinasi Campak dan MR sudah dilanjutkan sejak minggu lalu.

”Alhamdulillah lanjutan kegiatan vaksin udah dapat izin dari Pak Bupati. Kita sudah memulainya sejak minggu lalu,” kata Hikmat melalui telepon di tempat kerjanya, kemarin.

Kegiatan ini dipusatkan di seluruh puskemas se-Kabupaten Natuna, dan masyarakat diimbau untuk mendatangi puskesmas guna mengikuti kegiatan itu.

”Tinggal Puskesmas Bunguran Barat yang belum memulainya. Rencana mereka akan mulai hari ini. Kalau puskesmas lainnya sudah mulai sejak minggu lalu,” sebut Hikmat.

Ia mengaku, dalam pelaksanaan kegiatan ini pihaknya hanya mengalami satu kendala yakni kurangnya partisipasi masyarakat untuk mengikutinya.

”Mungkin karena sempat ditunda kemarin itu, maka masyarakat seperti kurang partisipatif. Ini lah satunya hambatan kami,” jelasnya.

Hikmat juga mengaku ketersediaan vaksin dan tenaga medis sudah lengkap dan standby di setiap puskesmas untuk melayani masyarakat.

”Kami menghimbau dan berharap kepada masyarakat, agar semangat megikuti kegiatan ini seperti dulu, sebelum ditunda,” pungkasnya.

Ramainya perbincangan vaksin yang tak halal itu, menjadi polemik di tengah masyarakat karena bahan vaksin itu dibuat dari bahan yang diharamkan.

Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memperbolehkan vaksin itu diinjeksikan kepada anak usia Balita hingga 15 tahun dan ibu hamil dengan alasan mengatasi kondisi darurat.

Meskipun sudah diperbolehkan penggunaannya, di Natuna kegiatan vaksinasi itu belum dilaksanakan lagi sampai sekarang.

Sejumlah warga mengaku kesal, dengan sikap pemerintah yang ujuk-ujuk menyuntikkan vaksin Campak (Measles) dan Rubell ke anaknya tanpa memastikan kehalalan obat itu terlebih dahulu.

Mereka menilai, pemerintah telah bertindak gegabah dalam melaksanakan program vaksin MR. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here