Warga Tanjunguma Minta Kanal Air

0
340
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto bersalaman dengan masyarakat usai Wagub menunaikan Salat Jumat di Masjid Al Mukminin, Tanjunguma, Kota Batam, Jumat (5/4).f-istimewa

Isdianto Kunjungi Kampung Tua Batam

Warga Kampung Tua Tanjunguma Kota Batam meminta Pemprov Kepri membangun kanal air di pemukiman itu. Sehingga ketika hujan deras atau air laut pasang, warga tidak kebanjiran.

KARIMUN – Silaturahmi itu dilangsungkan usai Wagub menunaikan Salat Jumat di Masjid Al Mukminin, Tanjunguma, kemarin. Isdianto berjanji akan turut serta menjembatani pembahasan berbagai persoalan di Tanjunguma. Itu sudah menjadi tugasnya sekarang bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Dalam silaturahmi di rumah Raja Harum itu, diskusi berbagai permasalahan lain di Tanjunguma mengemuka. Isdianto tampak menyimak dan merekam pembicaraan agar permasalahan yang muncul segera teratasi.

”Saya berniat ingin meneruskan dan menyelesaikan yang belum terselesaikan. Terutama seperti yang pernah disampaikan almarhum H Muhammad Sani. Tentunya bersama dengan Pak Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau,” ujar Isdianto.

Baca Juga :  BRK Serahkan 1000 Sembako

Dalam berbagai kesempatan, almarhum HM Sani memang sering bersilaturahmi dan menjemput aspirasi masyarakat Tanjunguma. Almarhum H. Muhammad Sani punya tekad kuat untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada di Tanjunguma.

”Begitu besar kecintaan Almarhum terhadap Tanjunguma ini,” ujar Isdianto.

Isdianto pun berkata, jika nanti ada pertemuan secara resmi untuk menyelesaikan persoalan penetapan titik-titik koordinat nanti seluruh perangkat RT RW harus ikut serta.

”Insya Allah akan kita bantu, karena laut berada di provinsi, dan darat ada di BP Batam dan juga Pemkot Batam,” ujar Isdianto yang pada kesempatan itu didampingi Staf Khusus Gubernur Kepri Herizal Hood dan Saidul Khudri.

Baca Juga :  Warga Dilatih Siaga dan Tanggap Bencana

Tokoh masyarakat Tanjunguma, Marzuki Husin dalam kesempatan itu menyampaikan masalah pengukuran 81 hektare lahan. Ada spesifikasi penentuan batas darat dan laut yang masuk dalam hitungan kampung tua. Karena luasan laut berada di provinsi dan darat berada di BP Batam.

”Mayoritas penduduk asli, tinggal di daerah laut. Jangan sampai orang darat dapat sertifikat, orang laut pula yang mempermasalahkan,” ujar Marzuki.

Menurut Marzuki, almarhum HM Sani, sangat memprioritaskan Tanjunguma. Jika Tanjunguma selesai, Insya Allah, kampung tua yang lain akan selesai juga.

Dalam kesempatan yang sama tokoh masyarakat H. Zulkifli Ismail meminta agar ada kanal air di Tanjunguma. Agar ketika hujan atau air pasang, tidak ada banjir ke kampung tua Tanjunguma.

Baca Juga :  Agar Tidak Salah, Peserta Seleksi Diberikan Pengarahan

Sebagaimana diketahuai, Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pengembangan Tanjunguma Berpelangi sebagai destinasi wisata di Batam.

Tak sekadar mengecat rumah-rumah warga sekitar dengan beragam warna seperti pelangi, banyak potensi lain yang bisa dikembangkan di Tanjunguma Berpelangi.

Terlebih dengan posisinya yang berdekatan dengan laut. Kawasan Tanjunguma pun selama ini memang sudah dikenal dengan kulinernya setiap kali Ramadan.(MARTUNAS-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here