Warga Terancam Krisis Air Bersih

0
1113
Inilah kondisi air baku dam Sungai Pulai yang terus surut.f-andri/tanjungpinang pos

Warga Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang terancam krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Produksi air bersih dari PDAM Tirta Kepri mulai dikurangi. Air mengalir ke warga juga dikurangi.

TANJUNGPINANG – Saat ini, Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di Dam Sungai Pulai hanya bisa memproduksi 100 liter per detik. Sebelumnya, mampu memproduksi 120 liter per detik. Air bersih yang mengalir ke rumah pelanggan menjadi berkurang mencapai sekitar 60-80 liter. Berkurangnya produksi air oleh PDAM karena air baku terbatas. Air baku di Sungai Pulai terus surut.

Bila tidak hujan dalam waktu dua pekan ke depan, PDAM Tirta Kepri bakal kehabisan air baku. Sumber air baku di Sungai Pulai dan dam lainnya hanya mengandalkan turun hujan, tidak ada mata air.

Sedangkan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Batu Hitam Kota atau penyulingan air laut jadi tawar, belum juga di operasikan hingga saat ini.

Baca Juga :  Lima Bus Bantuan Mangkrak

Padahal, air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari khususnya di perkotaan tak terkecuali di Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sejak tahun 1971 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri berdiri baru mampu melayani 40 persen dari jumlah penduduk Kota Tanjungpinang.

Kepala Sub Bagian Produksi PDAM Tirta Kepri, Budiyanto, mengatakan berkurangnya air baku, dikarenakan tidak beberapa pekan terakhir tidak ada turun hujan.

Sebab, air hujan satu-satunya sumber air baku yang diharapkan PDAM milik badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Kepri. ”Kemarin, kita coba koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), katanya hujan baru turun minggu ketiga Maret mendatang. Cukup lama sekali,” ucap Budiyanto.

Kata dia, setelah berkoordinasi dengan BMKG, manajemen PDAM Tirta Kepri langsung membuat jadwal distribusi air bersih ke masyarakat.

Yang biasanya air baku mengalir ke rumah pelanggan 24 jam. Saat ini, pihaknya, hanya bisa mengalirkan air bersih ke rumah pelanggan 3 hari saja. Jadi, ada waktu 1 hari air bersih tidak mengalir ke rumah pelanggan.

Baca Juga :  Kinerja Disdukcapil Jadi Atensi Pemko

Hal seperti ini dibuat dengan cara bergantian sesuai jadwal yang telah disusun hingga disepakati bersama. Tujuannya, air baku di Sungai Pulai tetap tersedia sampai turun air hujan. ”Pelanggan kita tetap menikmati air baku itu. Mudah-mudahan cepat turun hujan. Biar bertambah air baku kita,” terang dia.

Intinya, PDAM Tirta Kepri tetap memproduksi air baku. Sebelum diberlakukan jadwal untuk pelanggan, air bersih yang mengalir ke rumah pelanggan 180 liter per detik.

”Kita sama-sama berharap cepat turun hujan. Dan kita juga berharap kepada pemerintah untuk serius menangani permasalahan hutan. Sehingga sumber air kita mencukupi,” sebut dia.

Sebelumnya, Humas PDAM Tirta Kepri Hindrayati, menjelaskan jumlah pelanggan perusahaan daerah air minum pada Desember 2017 kemarin sekitar 16.350 ribu pelanggan, terbagi 11.751 ribu di suplai dari jaringan sungai Pulai dan sebanyak 4.599 dari waduk Gesek. Sementara total penduduk Kota Tanjungpinang sekitar 260 ribu jiwa.

Baca Juga :  Rp4 M untuk Renovasi Puskesmas Tanjungunggat

Saat ini jumlah penduduk Tanjungpinang diperkirakan mencapai 260 ribu jiwa. Diperkirakan pelanggan potensial PDAM mencapai 65 ribu. Asumsinya, layanan PDAM Tirta Kepri baru sekitar 25 persen.

Ia menuturkan, untuk bulan Desember 2017 target produksi air sekitar 504.000 M3 (Kubik). Tapi air yang diproduksi pihaknya melebih target mencapai 571 655 M3 (Kubik). Sementara itu, Kata Hindrayati, jumlah produksi air per tahun mencapai 7.986.998 juta M3 kubik.

Bulan Desember kemarin target distribusi 480.000 M3 kubik, tapi distribusi kita melebih target sekitar 481.302 M3 kubik. (ANDRI DS -ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here