Warnet Jangan Pakai Bilik

0
119
WAKIL Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang saat berkunjung ke SD FCA Tanjungpinang belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Ade Angga Khawatir Dijadikan Tempat Mesum Pelajar

Ditemukannya siswi bermesraan hingga menunjukkan bagian tubuh sensitifnya di salah satu warnet di Tanjungpinang menyita perhatian banyak pihak. Karena itu, warnet diminta jangan ada bilik-biliknya karena rawan digunakan tempat mesum.

TANJUNGPINANG – BAHKAN persoalan ini sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak di Gedung DPRD Kota Tanjungpinang di Senggarang, belum lama ini.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga SIp,MM mengatakan, sudah banyak orangtua yang mengeluhkan kondisi warnet yang jadi tempat nongkrong siswa hingga pulang larut malam.

Bahkan baru-baru ini, salah satu orangtua siswa mengadu kepada Ade Angga bahwa anaknya tidak masuk dua minggu sekolah karena kecanduan main game di warnet.

”Kita sudah tahu lokasi warnetnya dan saat ini sedang dalam pantauan kami. Suatu waktu nanti, kami akan ajak Satpol PP untuk menggerebek warnet tersebut,” ujar Ade Angga kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Selasa (9/10) kemarin.

Karena itu, Ade Angga meminta agar pengelola warnet jangan membiarkan siswa di warnetnya saat jam belajar sekolah sebab menyalahi aturan. Di Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan pendidikan juga sudah diatur tentang jam belajar termasuk jam belajar di malam hari tidak bisa sampai larut malam.

Terkait persoalan-persoalan yang dialami siswa di Tanjungpinang, Ade Angga juga sudah menyampaikan beberapa poin penting kepada Pemko Tanjungpinang.

Yang pertama adalah, Pemko Tanjungpinang diminta melakukan moratorium atau penutupan sementara warnet-warnet yang melanggar aturan sambil menunggu dibuatnya peraturan wali kota (Perwako) yang mengatur tentang tata letak warnet.

Kedua, Ade Angga meminta agar Pemko Tanjungpinang melalui Perwako itu mengatur tata letak warnet. Jangan sampai ada warnet yang memasang bilik-bilik atau kamar. Sebab, tempat seperti inilah yang rawan digunakan pelajar untuk bermesraan atau bermesum.

Yang ketiga, politisi Partai Golkar Tanjungpinang ini juga meminta agar pengelola warnet yang nakal diberi peringatan keras, bukan hanya mencabut izinnya namun harus diterapkan dendanya. Sebab, di Perda tentang Ketertiban Umum sudah diatur bahwa warnet yang melanggar aturan bisa didenda Rp25 juta.

”Jadi Satpol PP ada dasar hukumnya untuk menerapkan itu. Biar ada efek jera kepada pengelola warnet lainnya,” jelasnya lagi.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here