Waspadai Angin Kencang

0
810
PAKAI LIFE JACKET : Penumpang pancung yang hendak berangkat ke Kampung Bugis mengenakan life jacket agar aman saat pelayaran. f-raymon/tanjungpinang pos

Penambang Akui Kekurangan Life Jacket

Memasuki musim angin Utara para pemanggang di daerah Pelantar II yang melayani rute Tanjungpinang-Kampung Bugis dan sebaliknya mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi.

Seperti pantauan Tanjungpinang Pos, Senin (20/11) para penambang meminta seluru penumpang mengenakan life jacket atau pelampung.

Salah satu penambang, Tono menuturkan, memasuki musim Utara, angin kencang disertai hujan dan gelombang kerap menerpa.

Para penumpang perlu mengetahui dan ikut waspada dengan mengenakan life jacket. Bila tidak, di khawatirkan ada musibah di luar kendali yang dapat membahayakan diri sendiri.

Baca Juga :  Akhirnya, Taman Revolusi Mental Selesai

”Kita belajar dari pengalaman belum lama ini, musibah angin kencang disertai hujan yang mengakibatkan kapal oleh dan penumpang jatuh. Karena tak memiliki pelampung, akhirnya ada korban jiwa,” tuturnya mengingat kejadian naas itu.

Bahka ia secara pribadi, bila melihat angin kencang serta awan sudah berkabut hitam memilih tidak berlayar. Ia tak ingin memiliki resiko. ”Tidak berani ambil risiko, penumpang pun mengerti kalau sudah masuk musim utara,” katanya.

Tono menyebutkan, saat ini angin belum terlalu kuat yang artinya masih bisa berlayar. Serta jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh. ”Juga terlindung dengan kapal-kapal yang bersandar di kolam bandar,” sebutnya.

Baca Juga :  Pawai Takbir Start dari Bincen

Menurutnya, saat ini stok life jacket juga masih kurang kita harus bergantian m menunggu giliran dengan para penambang lainnya. ”Ya, kalau ada bantuan life jacket kita terima dengan senang hati,” sebutnya.

Sudirman penambang menuturkan, kapal yang jalan ada 22 kapal. Terpaksa kita bergantian menggunakan. ”Perahu yang ada 22, sangat kekurangan life jacket ini perlu bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Saat ini life jasket yang tersedia bagi penambang boat di Pelantar KUD hanya 40 buah dan itu hanya dapat digunakan untuk empat boat yang mengangkut penumpang.

Baca Juga :  Kejari Terima BB Pelangsir BBM Subsidi

Setiap kali berangkat kapal boat bisa mengangkut 10 orang penumpang, tiap kapal berangkat apabila sudah penuh. Life jacket harus bergantian. ”Penambang di sini yang aktif sekitar 22. Sementara jika mengangkut penumpang kami harus berebutan untuk menggunakan pelampung karena tidak cukup.

”Life jacket sangat perlukan, apalagi sebentar lagi sudah memasuki musim utara,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here