Waspadai Cuaca Buruk dan Badai Guruh di Pulau Bintan

0
242
Khalid Fikri Nugraha Isnoor

Oleh: Khalid Fikri Nugraha Isnoor

Pulau Bintan merupakan salah satu pulau yang cukup ramai dan padat penduduk yang di dalam nya termasuk Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Hal ini dibuktikan dengan kelajuan ekspansi pembangunan masyarakat yang pesat. Disisi lain, cuaca ekstrim juga sering terjadi dan membahayakan masyarakat di pulau Bintan. Salah satu cuaca ekstrim yang secara konsisten terjadi dan membahayakan masyarakat di pulau Bintan adalah Badai guruh. Berbeda dengan wilayah Indonesia pada umumnya, badai guruh yang terjadi pada wilayah ini berlangsung dengan petir yang begitu kuat menyambar dan dapat mengakibatkan kerusakan vital, seperti rusaknya tegangan listrik pada tv, kulkas, dan peralatan listrik rumah tangga lainnya.

Petir merupakan salah satu peristiwa alam yang terjadi karena hasil pelepasan muatan elektrostatis pada badai guruh. Begitu kuatnya energi yang dilepaskan pada proses tersebut, maka efek sambaran dan gemuruhnya pun akan semakin kuat. Jenis petir yang paling berbahaya adalah petir awan ke tanah/ Cloud to Ground (CG), karena permukaan tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup termasuk manusia. Petir jenis CG memiliki potensial listrik yang sangat kuat sebesar 100 juta Volt dan muatan negatif sekitar 5 Coulumb ketika mendekati permukaan tanah. Sehingga jika terkena barang atau alat elektronik maka dapat menimbulkan kerusakan, karena adanya kelebihan muatan listrik pada alat tersebut. Begitu juga bila terkena tubuh manusia yang dapat menyebabkan kematian.

Disisi lain, terdapat kondisi cuaca tertentu yang memungkinkan petir tersebut terjadi. Petir CG terjadi ketika terdapat perbedaan tegangan yang besar antara permukaan tanah dan atmosfer. perbedaan tegangan tersebut terjadi akibat adanya pertumbuhan awan konvektif di atmosfer yang menyebabkan adanya perubahan kondisi cuaca, sehingga dapat menimbulkan kondisi cuaca buruk seperti terjadinya petir. Awan konvektif sendiri merupakan awan yang memiliki pertumbuhan secara vertikal untuk mecapai sebuah kestabilan, jenisnya yaitu awan cumulus dan Cumulonimbus. Namun pada umumnya kejadian petir lebih disebabkan terjadi oleh awan Cumulonimbus (CB) yang menjulang tinggi hingga pada ketinggian 16 km.

Pada prinsipnya fenomena cuaca ekstrem adalah fenomena meteorologi yang mempunyai potensi menimbulkan bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial, atau yang menimbulkan korban jiwa manusia. Pada umumnya cuaca ekstrem didasarkan pada distribusi klimatologi, dimana kejadian ekstrem lebih kecil atau sama dengan 5% distribusi. Tipenya sangat bergantung pada lintang tempat, ketinggian, topografi dan kondisi atmosfer.

Dari sumber data Stasiun Meteorologi Tanjungpinang pada bulan November 2018 tercatat bahwa terdapat 93 kejadian petir yang teramati yang disebabkan oleh adanya sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di pulau Bintan. Kita tahu bahwa penyebab utama Bintan menjadi ladang petir adalah fakta bahwa kandungan tanah di Pulau Bintan yang tinggi akan logam yaitu logam jenis bauksit. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lokasi-lokasi pertambangan bauksit yang tersebar dibeberapa titik di Pulau Bintan. Telah kita ketahui bahwa logam adalah konduktor yang baik untuk mengaliran listrik, sehingga hal tersebut akan mempermudah transfer listrik antara atmosfer dan tanah atau permukaan bumi. Disisi lain juga, kawasan Bintan merupakan pulau yang dikelilingi oleh lautan yang memungkinkan proses pertumbuhan awan cepat terjadi. Awan yang terbentuk akibat proses konveksi panas dari lautan akan tertiup menuju kedaratan. Seiring perjalanan, awan tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi awan konvektif seperti awan Cumulonimbus.

Dalam menyikapi jika cuaca buruk dan badai guruh sedang berlangsung, dihimbau kepada seluruh masyarakat agar mencari tempat perlindungan yang tertutup seperti bangunan permanen, kemudian menghindar dari daerah terbuka seperti sawah, lapangan, kolam renang, dan juga daerah yang dekat dengan kontruksi yang memiliki tagangan tinggi seperti tiang listrik, pohon, dan menara. Jika berada dirumah dihimbau untuk mencabut segala jenis hubungan arus listrik dan mematikan telepon seluler.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here