Waspadai Demam Berdarah di Musim Hujan!

0
753
TIM medis dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang suntikan imunisasi kepada balita. Warga diminta tetap waspada penyakit DBD di musin pancaroba seperti saat ini, kadang hujan kadang panas.f-istimewa

TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada pada musim peralihan saat ini, dari musim kemarau ke musim hujan. Kadang panas di siang hari dan malamnya hujan. Kadang juga malam hujan siangnya panas.

Apalagi musim pergantian tersebut, kerap diidentikan dengan bahayanya Demam Berdarah Dangue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanjungpinang, Rustam mengatakan meskipun setiap tahun kasus DBD di Tanjungpinang terjadi trend menurun, tapi warga tetap harus waspada. Tahun 2017 lalu, kasus DBD hanya ditemukan 75 kasus. Lebih jauh turun dibandingkan tahun 2016 lalu ada 285 kasus. Dan di tahun 2015 lalu, kejadian luar biasa DBD mencapai 558 orang.

Baca Juga :  Lomba Balita Sehat Memotivasi Orangtua

”Saat peralihan cuaca seperti ini, kami imbau agar masyarakat memilih makanan yang tidak menyebabkan gampang masuk penyakit. Dan tetap harus menjaga kebersihan lingkugan,” kata Rustam, kemarin.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kata Rustam, beberapa daerah seperti di Kelurahan Penyengat, Kelurahan Dompak dan Kampung Bugis, tidak ditemukan kasus DBD selama beberapa tahun terakhir ini.

Namun, kelurahan lainnya masih ditemukan kasus DBD. Umumnya, karena kebersihan lingkungan belum maksimal. ”Turunnya DBD beberapa tahun ini karena kerja keras masyarakat yang peduli kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga :  256 Narapidana Terima Remisi

Kata dia, beberapa kelurahan sudah menjalankan program, satu rumah satu juru pemantu jentik (jumantik). Artinya, satu dalam anggota keluarga jadi jumantik, mengawasi dan memantau agar di sekitar rumah dan penambungan air tidak tempat berkembangan nyamuk DBD.

”Jumlah jumantik kita di Tanjungpinang baru 41 orang dan wajib turun ke rumah warga sembilan hari per bulannya untuk memantau jentik nyamuk di rumah warga,” bebernya.

Ia juga menyarankan, bagi masyarakat yang masih mengandalkan air hujan sebagai air bersih sehari-hari, saat menampung hujan agar menutup kembali tempat penampungan dengan baik.

Baca Juga :  Polres Gelar Operasi Mantap Brata

Jangan sampai air hujan yang ditampung lama-lama,dijadikan tempat berkembangnya jentuk nyamuk. ”Nyamuk penyebab DBD hidupnya di tempat yang bersih. Terurtama cepat berkembangan digenangan air di sekitar rumah kita,” bebernya. (bas) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here