Waspadai Penimbun Sembako!

0
626
BONGKAR BERAS: Buruh bongkar muat di Pelabuhan Sripayung Batu Enam saat membongkar beras Bulog dari kapal beberapa waktu lalu. F-ADLY BARA/TANJUNGPINANG POS

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Ramadan

Jelang puasa dan lebaran permintaan sembako selalu meningkat. Itu memicu para spekulan untuk mengeruk keuntungan tak wajar. Pemko Tanjungpianng dan aparat keamanan harus cepat menindak para penimbun sembako, karena bisa berdampak pada melonjaknya harga.

TANJUNGPINANG – Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, mengharapkan Pemko Tanjungpinang lebih cepat mengawasi pasokan bahan baku atau sembako untuk kebutuhan masyarakat Kota Tanjungpinang.

”Tujuannya agar pasokan cukup dan harganya sembako stabil,” kata Ade Angga.

Politisi Golkar juga mengingatkan Pemko Tanjungpinang agar mewaspadai penimbunan sembako menjelang Ramadan. Mengingat, permintaan bahan pokok di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang saat Ramadan akan meningkat.

”Praktik penimbunan sembako cenderung marak terjadi menjelang Ramadan,” kata Ade Angga, kemarin.

Menurut Ade, penimbunan bahan pangan ini tidak hanya merugikan masyarakat, tapi juga pedagang kecil di lapangan. Aparat penegak hukum juga harus turun tangan untuk menindak para spekulan dan penimbun yang suka menaikan harga sembarangan.

Diketahui, selain meningkatnya kebutuhan masyarakat, kenaikan harga sembakojuga disebabkan karena cuaca yang tidak menentu beberapa bulan terakhir ini sehingga membuat pasokan kebutuhan pokok terganggu.

”Jangan alasan menaikan harga sembako, karena distribusinya panjang. Pengalaman kenaikan sembako terjadi setiap tahun,” tegasnya.

Ia juga minta kepada Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, turun langsung ke lapangan, mengecek harga sembako. Kemudian, mengecek persiapan sembako jelang ramadan dan Idul Fitri. Turun langsung cek gudang-gudang penyimpanan sembako, bagi yang melanggar aturan baiknya izin di cabut.

”Pemerintah harus tegas, memberikan sanksi bagi distributor yang bandel, menimbul. Dan, pihak penegak hukum harus dilibatkan dalam hal ini,” tegasnya.

Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, HM Juramadi Esram, menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi distributor yang melakukan penimbunan sembako, bukan hanya jelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri namun hari-hari biasa.

”Tanjungpinang bukan produsen sembako, jadi sembako didatangkan dari luar daerah. Kita ingin harga sembako tetap stabil jelang puasa dan Ramadan meskipun sembako didatangkan dari luar daerah,” tegasnya.

Kata dia, adapun standar harga tiga komoditi tidak boleh naik. Yakni, daging beku maksimal Rp 80 ribu, minyak goreng Rp 11 ribu serta gula pasir Rp 12.500 per kikogram. Bila ada pedagang menjual di atas harga tersebut, maka akan diberikan sanksi. Dan, pemerintah daerah melalui Disperindag, telah melakukan sosialisasi.

”Tim kita terus turun ke lapangan untuk melakukan cek harga. Dan mengecek kenapa harga itu naik,” tegasnya.

Ia juga minta kepada penegak hukum, bila ada distributor melanggar aturan, sengaja menimbul sembako, berdampk stok menipis di pasaran kemudian di jual dengan harga mahal agar ditindak tegas.

”Kalau kami izinnya kita cabut, pihak penegak hukum yang memberikan sanksi tegas,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun inspeksi mendadak ke pasar untuk memantau sembilan bahan pokok di Kota Tanjungpinang, Rabu (19/4). Nurdin ingin tahu dinamika harga menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan yang dimulai akhir Mei mendatang.

Di sela-sela kunjungan lapangan itu, Nurdin mengaku ingin mengetahui dinamika harga sembako terutama komoditi yang paling banyak dibutuhkan seperti beras dan minyak goreng. Ia juga minta, agar tiga jenis sembako, gula, daging dan minyak goreng tidak boleh naik. Pemerintah daerah harus tegas, ini sudah aturan dari pusat.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here