Waspadai Sarden Berparasit

0
737
Pengelola salah satu swalayan di Tanjungpinang saat mengumpulkan sarden yang dilarang untuk dijual beberapa waktu lalu.f-andri/tanjungpinang pos

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono tidak melarang masyarakat untuk mengkonsumsi ikan yang telah dikemas didalam kaleng (sarden). Hanya saja, pesan Sekda, sebelum dikonsumsi mesti terlebih dahulu diteliti sarden tersebut.

TANJUNGPINANG – ”Jangan mengkonsumsi sarden yang sudah terindikasi parasit cacing. Pilih yang sudah ada logo BP POM,” kata Riono kepada Tanjungpinang Pos di Komplek Bintancenter (Bincen) Tanjungpinang, Minggu (25/3).

Riono minta para distributor yang sudah dilarang beredar oleh BP POM agar segera menarik produksinya dari peredaran. Baik sarden yang dijual di warung kelontongan, toko hingga yang ada swalayan di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  DPW NasDem Kepri Gelar Halalbihalal

Menurut Riono ada tiga merek sarden yang dilarang beredar karena terindikasi ada parasit cacing, atau dikenal oleh masyarakat cacing pita. ”Sesuai hasil temuan BPOM Batam yang dilarang beredar merk Farmerjack, IO, dan Hoki. Alhamdulillah, sudah ditarik dari peredaran,” ucap dia.

Walaupun sudah ditarik dari peredaran, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang tetap melakukan pengawasan di lapangan. Tujuannya agar tiga merek sarden yang terindikasi parasit cacing itu tidak lagi diperjual belikan.

Baca Juga :  355 CPNS Lolos SKD Belum Diumumkan

Sebelumnya, Kepala DKP2KB Kota Tanjungpinang, Rustam meminta kepada masyarakat Tanjungpinang untuk tidak membeli sarden yang telah terindikasi parasit cacing. Apabila sudah beli, hendaknya untuk tidak dikonsumsi sarden tersebut. Karena akan mengganggu kesehatan pada tubuh. “Kalau masih hidup menjadi parasit dalam tubuh. Kalau sudah masak, ada efek minimal elergi di dalam tubuh,” sebut Rustam. (Andri DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here