Waspadai Teroris Masuk Lewat Pantai

0
859
Irjend Sam Budigusdian

TANJUNGPINANG – Polda Kepri memperketat pengawasan dan pengamanan setiap pintu masuk pelabuhan untuk mengantisipasi masuknya teroris terutama ISIS dari Filipina.

Seperti diketahui, saat ini militer Filipina sedang menggempur markas ISIS. Dikhawatirkan, personel ISIS yang tersudut itu akan melarikan diri.

Salah satu yang bisa jadi tempat pelarian mereka adalah Kepri. Karena itu, Kepri yang banyak pelabuhan resmi, pelabuhan tak resmi rawan dimasuki teroris.

Namun, sejak perang terhadap ISIS berkecamuk di Filipina, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigustian langsung memperketat akses pintu masuk ke Kepri melalui pelabuhan-pelabuhan dan penambahan para petugas di setiap pelabuhan.

Baca Juga :  Pemkab Natuna Minta Pengganti KM Bukit Raya

”Kita sudah mengerahkan kekuatan untuk melakukan pengaman di seluruh pelabuhan yang ada di Kepri,” katanya Rabu (7/6). Selain memperketat pengawasan di pelabuhan, Kapolda juga memerintahkan jajarannya di wilayah Tanjungpinang, Karimun, Anambas dan Lingga untuk memperketat pengawasan serta mengecek atau memeriksa keberadaan para teroris itu.

”Selain kita memeriksa di jalur resmi, kita juga tak menutup kemungkinan mengecek di jalur pantai. Karena pantai kita panjang, sehingga bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pintu masuk,” sebutnya.

Menurut Kapolda, peningkatan pengamanan ini memerlukan kerja sama dengan beberapa lembaga yang terkait bekerja sama dengan Bea Cukai serta Imigrasi untuk mengetahui database siapa saja yang berangkat ke Filipina.

Baca Juga :  Rukun Beragama, Kepri Raih Harmoni Award

Pengawasan yang lebih ketat terutama yang pulang dari Malaysia karena informasi yang diperolehnya, banyak warga Indonesia dan Malaysia ikut melakukan pemberontakan di Mindanao.

”Untuk saat ini belum ada yang diamankan, tetapi kita tetap melakukan peningkatan kewaspadaan,” ujarnya.

Kesiagaan ini berkaitan dengan kondisi di Marawi, Filipina Selatan yang hingga hari ini kondisinya masih belum stabil, sebab tentara Filipina sedang menggempur kelompok bersenjata pendukung Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Marawi, Filipina Selatan.

Diperkirakan, pendukung-pendukung ISIS yang mulai terdesak akan mencoba melarikan diri ke negara-negara terdekatnya. Di antaranya ke Indonesia, salah satu kawasan yang terdekat dengan Filipina adalah Kepri. (cr27)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here