Wawako Minta Sinergi CSR dan Program Pemko

0
233
WAKIL Walikota Batam, Amsakar Achmad saat persemian Taman Tuah Madani, di Sei Panas, Kamis (17/1). F-istimewa/HUMAS pemko batam
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta agar perusahaan-perusahaan mensinergikan penyaluran dana CSR dengan program Pemko. Sama seperti dilakukan BUMN PT PGN Tbk, yang membangun Taman Tuah Melayu Batam. Taman publik itu dilengkapi Wifi itu dibangun di Sei Panas, untuk mempercantik kota serta edukasi.

BATAM – Himbauan itu disampaikan Amsakar Achmad, Kamis (17/1) saat meresmikan taman bersama pihak PGN. ”Menyampaikan terima kasih kepada PT PGN, yang telah berhasil mensinergikan rencana kerja mereka, dengan program Pemko Batam,” ungkap Amsakar.

Pemerintah Kota Batam saat ini menyatakan membuka kesempatan kepada instansi swasta lainnya, untuk mengikuti langkah PGN. ”Yang ingin mensinergikan kegiatan CSR masing-masing, dengan program yang dimiliki oleh Pemko Batam dipersilakan,” ujar Amsakar.

Diakui, selain PT PGN, PT Adhya Tirta Batam (ATB), Bank Indonesia (BI) Kepri dan Bosowa juga sudah menyiapkan program CSR, yang disinergikan dengan Pemko. Sinergi itu untuk mewujudkan ekspektasi dari masyarakat Kota Batam. ”Sehingga bisa berkelanjutan dengan yang telah diajukan melalui Musrembang,” harapnya.

Menurutnya hal ini sendiri dikarenakan target dari Pemerintah Kota Batam, yakni pencapaian realisasi Musrembang sebesar Rp10 triliun. Saat ini Pemko Batam sendiri terhambat dengan besaran APBD yang hanya sebesar Rp2,8 triliun.

“Sebanyak Rp100 miliar digunakan untuk pembangunan infrastruktur,” kata Amsakar.

Sementara Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menilai bantuan CSR PGN membangun Taman Tuah Melayu penting. Dikatakan seluruh stakeholder turut serta menjaga sekaligus membuat Batam aman dan nyaman. Apalagi dengan kondisi keterbatasan APBD, CSR ini dapat membantu sekali dalam pembangunan di Kota Batam.

”Itulah kesadaran yang harus kita tangkap dan kita terapkan di Kota Batam. Kami berterimakasih dengan PGN yang bersinergi membangun Batam,” ujar Nuryanto.

Direktur SDM dan Umum PGN Desima Equalita Siahaan mengungkapkan, pembangunan taman tersebut merupakan salah satu bentuk perwujudan pilar tanggungjawab sosial PGN. ”Taman ini termasuk dalam upaya PGN mendukung perkembangan Kota Batam,” kata dia.

Desima mengatakan keberadaan taman yang memiliki luas hampir 1.182 m2 ini, juga diharapkan dapat mewujudkan salah satu visi misi Pemerintah Kota Batam yang ingin memperbanyak Ruang Publik Terbuka Hijau Ramah Anah (RPTHRA).

Sejalan dengan hal tersebut, taman tersebut berpotensi sebagai salah satu alternatif destinasi wisata bagi masyarakat Kota Batam. Terlebih lagi, itupun dibangun dengan mengusung nuansa Melayu sebagai warisan budaya yang kental di Kota Batam.

”Selain itu, PGN mencoba untuk menggandengkan nuansa budaya Melayu tersebut dengan konsep Smart City di Kota Batam yang modern dan milenial,” ungkap Desima.

Secara konsep, di bagian depan taman terdapat layar-layar terkembang yang menggambarkan Kota Batam sebagai sebuah daerah yang terus bertumbuh, terutama dalam bidang perekonomian. Layar dipilih untuk merepresentasikan Kota Batam yang serupa perahu karena merupakan daerah yang dikelilingi lautan.

Keutuhan bentuk perahu ini semakin terlihat dengan tempat-tempat duduk untuk ruang publik yang ditempatkan di sekitar layar dengan desain kokoh dan modern membentuk badan perahu.

”Ini akan membuat Taman menjadi objek fotografi sehingga dapat menjadi viral di media digital yang menjadi daya tarik wisata dan masyarakat,” tambah Desima.

Tak lupa, sebagai tempat wisata yang bisa dikunjungi kapanpun oleh warga, ”Taman Melayu” dilengkapi dengan tempat berteduh yang difasilitasi pengisian daya ponsel maupun laptop. Tentunya kelancaran pembangunan Taman ini tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah Kota Batam,” ujar Desima.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here