WHO-UNICEF Akan Pantau Imunisasi Rubella

0
371
Tjepjep Yudiana

TANJUNGPINANG – Mulai 1-30 Agustus mendatang akan dilakukan imunisasi Vaksin Rubella (Vaksin MR) di seluruh Provinsi Kepri khusus anak TK, SD, SMP hingga SMA/SMK yang berusia sampai 15 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kepri, Tjepjep pun mengimbau semua pihak terutama orangtua jangan menolak vaksin ini demi kesehatan anak-anak di Kepri.

Vaksin ini untuk mematikan penyebab penyakit bocor jantung, tidak bisa bicara, tidak bisa mendengar yang dialami anak-anak. Jika program tersebut sukses tiga tahun ini, maka Kepri akan bebas dari SLB (Sekolah Luar Biasa).

Salah satu tanda virus Rubella masih banyak di Kepri bisa dilihat dari banyaknya anak-anak yang harus sekolah di SLB. ”Kita ingin habiskan penyebab penyakit ini di Kepri,” jelasnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (26/7). Untuk menyukseskan program ini, Indonesia dapat bantuan dana dari WHO dan UNICEF. Sehingga tidak bisa main-main dan harus sukses dilakukan.

Dijelaskannya, untuk menjalankan imunisasi ini, sudah disiapkan 3.200 petugas terampil dan terlatih serta 9.000 kader yang siap membantu di seluruh Kepri.

Tjepjep mengatakan, semua anak harus dapat imunisasi ini baik perkotaan hingga daerah pesisir sekalipun. Para petugas akan mendatangi rumah warga di pesisir.

Program ini akan dijalankan dua tahap. Tahap pertama akan dilakukan di sekolah-sekolah yakni TK, SD, SMP dan SMA/SMK pada 1-30 Agustus. Sedangkan tahap kedua akan dilakukan, 1-9 September khusus anak-anak yang berusia 1-9 tahun atau anak-anak yang belum sekolah. Untuk tahap kedua ini, akan dilakukan di puskesmas, posyandu dan titik-titik lain yang disiapkan Diskes Pemprov Kepri seperti di mal, pelabuhan, bandara dan lainnya. Untuk pencanangan secara nasional pada 1 Agustus mendatang akan dilakukan Presiden RI Joko Widodo di Makassar. Sedangkan di Kepri akan dicanangkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Batam.

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto akan mencanangkannya di Bintan. ”Kabupaten/kota lainnya akan dicanangkan wali kota dan bupati masing-masing daerah itu. Pelaksanaan program ini juga mendapat pengawasan dari WHO, Unicef dan Kementerian Kesehatan RI,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Pemprov Kepri sendiri sudah menggelar rapat koordinasi (Rakor) kampanye imunisasi dan bahaya Rubella di wilayah Provinsi Kepri.

Untuk mensukseskan program ini, Pemprov menyediakan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk menyediakan vaksin campak dan Rubella yang diberikan kepada 608 ribu anak se-Kepri. ”Saat ini semua vaksin sudah di kabupaten kota. Terus dipantau agar suhu sesuai yakni 2-8 derajat celsius. Kemarin di Lingga sudah dipantau suhu 4,5 derajat. Suhu itu akan terus dijaga hingga sampai di sekolah-sekolah, posyandu dan Pos PIN,” ujarnya lagi.

Dia meminta agar tempat penyimpanan vaksin ini benar-benar dijaga. Karena organisasi internasional sewaktu-waktu akan secara acak memantau di lapangan. Jangan sampai nanti suhu tidak sesuai. Kampanye imunisasi campak dan Rubella ini penting, agar anak-anak di Kepri bebas dari penyakit campak yang dapat menyebabkan radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk. Juga terhindar dari penyakit Rubella yang dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here