Wifi Gratis Bikin Pelajar Lupa Waktu

0
136
KADISDIK Pemkab Natuna Suherman bersama Satpol PP ketika mendapatkan pelajar yang sedang asyik internatan hingga larut malam. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

Adanya fasilitas Wireless Fidelity (Wifi) atau jaringan lokal internet nirkabel gratis yang disediakan Pemerintah Daerah, maka pelajar jadi pulang hingga larut malam dengan alasan membuat tugas sekolah. Namun kenyataannya, para pelajar tersebut hanya bermain game dan menonton video di Youtube.

NATUNA – Era perkembangan teknologi informasi, menjadi alasan bagi para pelajar agar dapat keluar rumah di malam hari hanya untuk memanfaatkan Wifi Gratis yang dipasang di beberapa lokasi umum di wilayah Pulau Bunguran Besar.

Apalagi saat ini, banyak layanan Wifi gratis disediakan Pemerintah Daerah di setiap tempat umum. Selain itu, pengguna wifi gratis tersebut didominasi para pelajar bukan dari kalangan umum.

Maraknya para pelajar keluar malam dengan alasan tugas kelompok, menjadi implementasi dasar Dinas Pendidikan dalam menyusun rancangan pembentukan Peraturan Daerah tentang keterlibatan keluarga dalam dunia pendidikan.

Peran penting keluarga sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak, khususnya dalam pengawasan dan pemantauan prilaku serta tingkah laku anak kesehariannya.

”Kita terapkan rancangan Peraturan Daerah (Perda), tentang keterlibatan orangtua pada pendidikan anak. Hal ini dianggap perlu dalam mengetahui perkembangan pendidikan anak,” Kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Natuna Suherman
Hal itu dikatakannya, usai melaksanakan razia jam belajar malam kepada para pelajar di lokasi wifi gratis di wilayah Bunguran Timur, Selasa (2/10) malam.

Dikatakannya, rancangan Perda yang akan diimplementasikan berdasarkan acuan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 30 tahun 2017 tentang Keterlibatan Peran Keluarga Dalam Pendidikan.

Dengan banyaknya laporan dari setiap orangtua, bahwa anaknya tidak pulang hingga larut malam dengan alasan belajar kelompok bersama teman-teman.

”Hal ini lah yang menjadi dasar kami, untuk mengadakan kegiatan razia para pelajar berkeliaran di jam belajar malam. Dengan berkoordinasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kegiatan ini sesuai Perbup Nomor 21 Tahun 2014 Tentang jam belajar dirumah bagi pelajar,” kata Suherman.

Hal senada juga disampaikan Kasatpol PP Natuna yakni Dodi Nuryadi, yang mengatakan hampir 97 persen pengguna jaringan Wifi gratis di setiap layanan umum dipenuhi kalangan pelajar.

Setelah melakukan pemantauan sejak dipasangnya wifi gratis, seluruh lokasi hampir rata-rata kalangan pelajar memanfaatkannya. Namun, pemanfaatan tersebut disalahgunakan pelajar hingga larut malam.

Penggunaan wifi gratis yang disediakan Pemerintah Daerah, menjadi asalan mereka mengerjakan tugas kelompok hingga larut malam. Tapi kenyataannya, banyak pelajar hanya menonton layanan seperti Youtube dan lain sebagainya.

”Sering kita lakukan penegakkan Perbup tersebut, dan hampir semua pengakuan para pelajar sedang mengerjakan tugas kelompok. Namun, alasan itu tidak begitu saja kita terima dan tetap mereka di bawa ke Mako Satpol PP. Sekitar 26 pelajar terjaring dan diberikan pembinaan sementara,” jelasnya.

Pentingnya koordinasi antar OPD, serta peran orang tua dalam menyikapi permasalahan ini. Karena, jika dibiarkan berlarut-larut dikhwatirkan berdsmpak buruk bagi genasi anak bangsa.

”Kita ingin peran aktif dari setiap kalangan, untuk dapat bersama-sama mencari solusi menyikapi perlasalahan ini. Karena tugas dan fungsi kita hanya sebagai pencegahan,” tutupnya. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here