Wings Air Landing Jika Ada Penumpang

0
130
MASKAPAI WingsAir dengan jenis pesawat ATR-72 saat ujicoba landasan Bandara Letung tahun 2017 lalu. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Maskapai penerbangan Wings Air dikabarkan siap mendarat di Bandar Udara (Bandara) Letung yang berada di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas jika diberikan jaminan penumpang oleh pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas.

ANAMBAS – Artinya, pihak maskapai Wings Air masih menghitung demandnya setiap kali penerbangan. Beroperasinya bandara, tentunya butuh moda transportasi laut dan akses jalan menuju bandara sebagai dukungan.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bandara Letung Ariadi Widiawan mengatakan, ketika ia mengunjungi manajemen Wings Air di Jakarta bersama Bupati Kepulauan Anambas kemarin pihak maskapai tidak mempersoalkan tentang kesiapan mendarat di Bandara Letung.Namun, mereka berharap kepada Pemda Anambas dapat memberi jaminan terkait kebutuhan para penumpang memanfaatkan fasilitas pesawat terbang yang pihak maskapai persiapkan nanti.

”Pihak maskapai siap mendarat di Bandara Letung, meskipun setiap hari dilakukan penerbangan. Namun mereka meminta Pemda, untuk menjamin adanya penumpang setiap kali penerbangan,” ungkap Ariadi ketika ditemui ketika berada di Tarempa, Rabu (11/7).

Hal itu ketika dilakukan pertemuan Bupati Kepulauan Anambas, kata Ariadi, akan berupaya untuk mempersiapkan antar moda laut dari kota Tarempa menuju Bandara Letung untuk mengangkut para penumpang yang hendak menuju bandara untuk Wings Air tersebut.

Jika tidak dipersiapkan secara khusus, maka transportasinya maka ia juga tidak yakin para penumpang asal kota Letung akan bisa memenuhi permintaan pihak maskapai dengan jumlah penumpang yang harus diisi nantinya minimum berjumlah 50 seat (kursi) setiap kali melakukan penerbangan.

”Harus ada moda transportasi laut dari Tarempa menuju Bandara Letung khusus. Kalau ada penumpang sebanyak 50 kursi yang terisi di pesawat, nanti setiap kali penerbangan, maka maskapai Wings akan mendarat di Bandara Letung,” jelasnya.

Ia juga mengakui, hingga saat ini akses jalan menuju Bandara sekitar 5 Km belum dilakukan pembangunan. Akses jalan itu juga penting, dalam memudahkan dalam memperlancar angkutan para penumpang Bandara.

Akses jalan menuju Bandara Letung sangat penting, dan itu juga sudah sering ia sampaikan kepada Pemda Anambas hingga kepada pihak Pemerintah Provinsi Kepri. Katanya, tahun 2017 pihak Provinsi akan membantu pembangunan akses jalan itu, tapi tahun 2018 ini tidak ada anggaran yang tersedia untuk itu.”Belum ada anggaran untuk pembangunan aksed jalan menuju Bandara Letung yang dibutuhkan hanya sekitar 5 Km saja,” jelasnya.

Sedangkan tokoh masyarakat Jemaja Muhammad Qosim menangapi tentang akses jalan dan moda transportasi laut itu seakan kurang serius untuk melakukan pembangunan percepatan pembangunan Bandara Letung.

Jika itu diperhatikan kemajuan transportasi udara akan meningkatkan ekonomi masyarakat Anambas pada umumnya, tentu Pemprov Kepri juga terbantukan dalam mengsejahterakan masyarakat Anambas. “Kami berharap Pemda Anambas dan Pemprov agar lebih serius menanggapi persoalan tentang percepatan pembangunan Bandara Letung. Khususnya mengenai akses jalan dan moda transportasi laut dari Tarempa menuju ke Letung,” tutur Qosim, selaku ustaz dan tokoh masyarakat Jemaja. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here