Wisata Bahari Kepri Pukau Presiden

0
1087
MELEPAS BURUNG: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Bobby Jayanto melepas burung saat meresmikan Vihara 1000 Patung di Batu 13, Jumat (10/2). f-martunas/tanjungpinang pos

Vihara 1000 Patung Terbesar di Asia Tenggara

Dari 10 usulan event festival bahari yang akan digelar di Kepri 2017 ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyetujui 8 event saja. Semua event ini masuk dalam rangkaian akbar, Festival Bahari Kepri (FBK) II tahun 2017.

Tanjungpinang – SEBAGAI bahan pertimbangan bagi Presiden, Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun bersama timnya mengekspos sejumlah lokasi wisata unggulan di Kepri baik di Natuna, Lingga hingga Anambas.

Rupanya, Presiden terpukau dengan keindahan wisata bahari Natuna dan Anambas. Apalagi di Anambas, terdapat Pantai Padang Melang dengan pasir putih sepanjang pantai serta Pulau Bawah yang eksotis itu.

Karena itu, gubernur optimis bahwa Presiden Jokowi bisa menjadwalkan agenda kerjanya untuk membuka event FBK di Kepri dalam rangka mendukung target kunjungan wisata lewat pintu masuk Kepri.

”Anambas juga lebih bagus dan lebih indah. Beliau sangat respon cepat. Selain Natuna dan Lingga, Anambas tidak kalah menarik dan memukau presiden untuk cepat-cepat berkunjung ke Kepri nanti,” tambahnya.

Nurdin mengatakan, presiden menyetujui 8 event tersebut karena berskala nasional dan internasional serta memperkenalkan potensi wisata kemaritiman.

Apalagi, diantara beberapa provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai gerbang wisata bahari, Kepri dapat tugas khusus mendatangkan turis sebanyak-banyaknya sehingga menjadikan Kepri sebagai pintu ’gerbang utama’ wisata bahari Indonesia.

Nurdin sendiri ingin event-event tersebut lebih semarak dengan kehadiran presiden untuk membuka FBK tersebut.

”Insyallah kita sedang upayakan Pak Presiden langsung yang meresmikannya. Apalagi, dari 10 usulan kita, pak presiden menyetujui delapan event,” ujarnya usai meresmikan Vihara Kstitigarbha Bodhisattva atau Vihara 1000 Patung di Batu 13 Tanjungpinang, Jumat (10/2).

”Event di Kepri masuk salah satu event wisata nasional. Kemarin di depan Presiden, kita juga tampilkan keunggulan Natuna dan Lingga,” tambah Nurdin.

Adapun 8 festival Kepri yakni, Festival Sungai Carang (FSC) Tanjungpinang, Festival Pulau Senoa Natuna, Festival Padang Melang Anambas, Festival Gunung Daik Lingga, Festival Barongsai Karimun, Festival Sail Bintan dan Festival Kenduri Seni Melayu atau Festival Pulau Penawar Rindu Batam.

Agenda ini akan digelar di tujuh kabupaten/kota di Kepri. Festival ini akan dilakukan secara marathon hingga akhirnya puncak acara digelar di Tanjungpinang yakni FBK kedua dan FSC keempat.

Dalam jadwal yang mereka susun, kemungkinan rangkaian festival dimulai Maret nanti di Anambas. Festival Padang Melang akan digelar bersamaan dengan peresmian Bandara Letung.

Rencananya, Bandara Letung Anambas akan diresmikan Presiden. Bahkan, Bupati Anambas Abdul Haris sudah menyatakan kesiapannya menyambut kedatangan presiden ke Anambas.

FBK direncanakan digelar tanggal 16-20 Oktober di Tanjungpinang bersamaan dengan agenda nasional Sail Indonesia 2017. Karena itu, pemerintah pusat ikut mem-back up FBK ini.

Luas lautan Kepri menjadi pertimbangan dijadikannya Kepri pintu masuk utama wisata bahari Indonesia dimana posisinya 96 lautan dan 4 persen daratan.

Di Indonesia, ada delapan provinsi kepulauan yakni, Provinsi Kepri, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Provinsi Bangka Belitung (Babel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Saat ini, Indonesia mulai fokus pengembangan wisata yang merupakan salah satu penyumbang devisa negara. Indonesia tidak bisa lagi selalu mengandalkan migas, pertambangan dan perkebunan. Apalagi, cadangan migas dan pertambangan sangat terbatas.

Sehingga, sektor wisata dikembangkan untuk mendatangkan turis sebanyak-banyaknya. Saat ini, berbagai negara di dunia berlomba-lomba menarik turis Tiongkok yang jumlahnya hampir 100 juta orang setahun ke berbagai negara di dunia.

Kepri sendiri mulai kebagian turis Tiongkok yakni dengan dibukanya rute khusus Bandara RHF Tanjungpinang ke beberapa kota di Tiongkok. Ini menjadi potensi baru menaikkan jumlah kedatangan turis ke Kepri.

Vihara 1000 Patung Terbesar di Asia Tenggara
Vihara Kstitigarbha Bodhisattva Tanjungpinang atau biasa disebut Vihara 1000 Patung Batu 13 Tanjungpinang diresmikan Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, Jumat (10/2) kemarin.

Peresmian ditandai dengan menandatangani prasasti oleh gubernur didampingi Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, Bobby Jayanto selaku Pembina Yayasan Ling Shan Jin Yu Si, pengelola vihara itu.

Vihara yang dipusatkan untuk tempat ibadah umat Buddha tersebut memiliki daya tarik untuk para wisatawan yang datang.

Di sana terdapat 500 patung lohan ditambah puluhan patung dewa-dewa yang letaknya persis di atas bukit yang langsung menghadap pesona Pulau Bintan.

Patung itu terbuat dari batu granit, salah satu pegunungan di Tiongkok. Lokasi pembuatan patung-patung ini merupakan pusat pemesanan patung-patung dari berbagai negara.

Harga satu patung itu sekitar Rp 25 juta dengan berat mencapai satu ton bahkan lebih. Semua patung dipahat oleh seniman tersohor di Tiongkok.

Patung-patung lohan ini merupakan orang-orang suci yang turut membantu Buddha misalnya membawa catatan-catatan dan lainnya. Dalam kepercayaan mereka, yang membantu Buddha ini suatu saat bisa naik jadi dewa.

Jumlah patung lohan tidak bisa ditambah lagi begitu juga dengan patung dewa. Memang sebanyak itulah dalam kepercayaan mereka yang membantu Buddha dalam perjalanan hidupnya.

Patung ini diyakini mampu bertahan hingga 500 tahun asalkan dirawat. Sekali tiga bulan patung itu dibersihkan.

”Namanya ditempatkan di luar ada panas ada hujan. Kadang berlumut. Harus kita bersihkan sekali tiga bulan,” jelas Bobby.

Kini, vihara tersebut sudah dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Namun, tetap disediakan kotak amal. Sehingga pengunjung yang ingin membantu bisa memasukkannya ke kotak tersebut.

Uang ini akan dipakai merawat patung-patung tersebut. ”Sekarang ini bukan hanya kebanggaan saya. Ini kebanggaan masyarakat Tanjungpinang. Lebih luas, ini kebanggaan masyarakat Kepri,” tambahnya.

Apa yang dimulainya itu, kata Bobby tidak mungkin dibawa mati. Tidak mungkin juga dibawa anak cucunya ke depan. Namun, vihara ini akan menjadi tempat ibadah dan tempat wisata yang membantu masyarakat Tanjungpinang.

Adapun bantuan untuk membangun tempat itu sebagian dari warga Tanjungpinang, warga Batam, warga Singapura, Thailand, Jakarta dan lainnya.

Bahkan, hingga pengadaan patung sudah selesai, masih ada orang lain yang mau membantu menyumbang. Namun, jumlah patung lohan itu tidak bisa ditambah lagi, demikian juga dengan jumlah patung dewa.

”Yang mau saya sampaikan, jangan terlambat berbuat amal, jangan terlambat membuat kebaikan, jangan terlambat berbuat sosial. Segeralah berbuat amal. Karena kita tidak bawa harta saat meninggal,” bebernya.

Bobby menyampaikan, hadirnya vihara tersebut untuk masyarakat umum juga sebagai langkah mendukung kemajuan sektor pariwisata Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

Bahkan tidak hanya menunjang sektor pariwisata, ke depan lewat vihara tersebut ia menyampaikan sektor pariwisata Kepri akan jauh lebih terkenal serta bersaing di nasional maupun internasional.

”Mulai hari ini wisata religi ini resmi dibuka untuk umum,” terang Bobby seraya mengatakan, sekitar 14 tahun untuk merampungkan tempat itu.

Lebih lanjut tokoh masyarakat Tionghoa Provinsi Kepri itu menyampaikan, ada keunggulan lainnya yang harus diketahui masyarakat umum apabila berniat ingin berkunjung ke lokasi vihara tersebut.

Bobby menyampaikan, keunggulan tersebut pengunjung tidak hanya bisa memilih lokasi foto di sudut mana pun, melainkan, bisa ditulis nama atau juga nama perusahaan.

Sehingga ke depan dapat dikenang sampai ke anak cucu. Itu salah satu kesempatan baik untuk siapapun yang berkunjung ke vihara miliknya tersebut.

”Hari ini dibuka untuk umum. Hanya saja kami sangat berpesan mari jaga ketenangan dan kebersihan bersama kawasan wisata religi ini,” tukasnya.

Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah menambahkan, kehadiran vihara ini menambah satu lagi wujud nyata keanekaragaman wisata religi dan sejarah yang ada di Kota Tanjungpinang saat ini.

Lis menuturkan, Pemko siap memfasilitasi apapun bentuk dukungan serta dorongan agar kawasan wisata religi yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bintan tersebut mampu meningkatkan pendapatan daerah serta mendorong pariwisata serta investasi yang unggul nantinya.

”Ke depan kami Pemko Tanjungpinang sedang merencanakan bazar to night, dimana yang hanya beroperasi tiga hari dalam satu minggu,” terang Lis.

Keberhasilan Bobby Jayanto bersama para donaturnya mewujudkan vihara yang memiliki keunikan itu, ke depan ia berharap wisata kuliner lokal pun tidak kalah menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Kepri.

”Kita ingin wisata kuliner khas masyarakat Tanjungpinang juga maju,” harap Lis.

Nurdin Basirun menyambut baik etikat Bobby Jayanto membangun dan menciptakan ikon wisata vihara terbesar se Asia Tenggara hadir di Provinsi Kepri.

Ke depan katanya, pemko dan pemkab di kabupaten kota harus terus berupaya mendorong sektor wisata agar Kepri jauh lebih unggul.

”Ke depan kami mengajak pemerintah kota, ikut mendukung menata kembali kawasan Teluk Keriting sebagai pintu gerbang utama wisatawan berkunjung masuk ke sini,” terang Nurdin.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here