Wisata Kota Rebah Tak Ada Toilet

0
225
Pemerintah saat menggelar syukuran di Kota Rebah Senggarang sebelum digelarnya event dragon boat race (DBR) di Sungai Carang. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kota Rebah yang ada di sekitar Sungai Carang, salah pusat peninggalan bersejarah masih menjadi objek wisata religi dan wisata alam favorit masyarakat.

Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang sudah menata Kota Rebah dengan baik. Sehingga Kota Rebah terlihat bersih.

Setiap hari, lima orang yang ditugaskan untuk membersihkan Kota Rebah. Mulai dari memotong rumput, membersihkan sampah plastik hingga daun kering gugur dari pohon di Kota Rebah.

Walaupun sudah bersih dan tertata dengan baik, Kota Rebah belum memiliki toilet umum untuk pengunjung. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

Sebab, ingin buang air kecil dan buang air besar, terlebih dahulu pengunjung harus jumpa dengan rumah warga sekitar Kota Rebah. Pengunjung bisa buang air toilet, setelah mendapat izin dari pemilik rumah.

Padahal, Selasa kemarin, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul-Rahma bersama dengan OPD dan tokoh masyarakat, menggelar doa syukuran, akan digelarnya Dragon Boat Race (DBR), tanggal 17 Oktober mendatang.

”Tadi, saya pergi ke rumah masyarakat di situ. Saya numpang buang air besar. Alhamdulillah, dapat diizinkan,” kata Edi kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (3/10).

Edi mengaku tinggal di Kampung Baru menilai, kondisi Kota Rebah sangat miris sekali. Karena tidak tersedianya toilet umum untuk pengunjung.

”Sudah jauh-jauh berkunjung ke Kota Rebah, ternyata tidak ada toilet umum,” ucap dia.

Ia berharap pemerintah untuk segera membangun toilet umum di Kota Rebah. Agar memudahkan pengunjung untuk buang air kecil maupun buang air besar.

”Saya rasa pengunjung yang datang tidak keberatan, kalau disuruh bayar Rp1.000 disaat memanfaatkan toilet umum itu. Dari pada tidak ada sama sekali ini, yang susahnya,” sebut dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin mengatakan, ia pingin ada bangunan anjungan untuk menampung air. Sehingga air yang tertampung dianjungan bisa mengalir ke toilet umum.

”Percuma kita bangun toilet, tidak ada air. Ini menyusahkan kita,” kata Raja Kholidin.

Intinya, Raja inginkan terlebih dahulu ada bangunan bak penampung air. ”Kita kita bangun tower air dululah,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here