Wisata Ranoh Tetangga Singapura Penakluk Millenial

1
1101
Wisatawan yang tiduran dibawah pohon kelapa, dengan hamparan pasir putih di Pulau Ranoh

Laporan: Martua P Butarbutar, Batam

SEJAK beroperasi di Batam dan menjalankan bisnis gas bumi, tahun 2019 menjadi tahun pertama PGN Batam, menggelar acara wisata bersama bertajuk family gathering. Pada kegiatan perdana ini, PGN yang melibatkan jurnalis di Batam, memilih Pulau Ranoh, yang lokasinya lewat Jembatan VI Barelang (Batam, Rempang dan Galang). Tepatnya pulau di pulau, dekat Pulau Abang, yang lebih dulu dikenal masyarakat, sebagai lokasi wisata.

Perjalanan wisata bersama mitranya, yang mayoritas merupakan generasi millenial Batam, merupakan perjalan perdana di Batam. Sehingga wisata perdana ini, diharapkan melahirkan kenangan indah. Pilihan di Pulau Ranoh, karena hasil pantauan tim PGN melalui media sosial, pantai dan air laut yang indah disana. 

Selain itu, foto yang beredar di media sosial, pulau tak berpenduduk tetap itu, memiliki pohon-pohon yang menjulang diatas pasir putih. Berikut tenda-tenda dan fasilitas wisata lainnya, yang disediakan, pengelola. Bagi orang Batam apa lagi orang Indonesia, nama pulau itu tak sepopuler Pulau Abang. Namun bagi wisatawan mancanegara (wisman), pulau itu sudah cukup populer. Pulau dengan pantai pasir putih dekat Singapura dan Malaysia.

Setelah meyakinkan tempat wisata itu menarik dan tidak akan mengecewakan peserta wisata, PGN memutuskan, memilih Adventure Pulau Ranoh. Terlebih, mereka yang akan menjadi peserta wisata, merupakan orang-orang yang belum pernah kesana. Bahkan diantaranya, belum pernah ke resort di pulau tak berpenghuni, sebelum dikelola swasta untuk wisata. 

“Momen pertama kita dan ini akan melahirkan kenanvan indah. Pasti akan banyak nongol di medsos. Rekan-rekan senang, kita bahagia,” harap Humas PGN Batam, Riza saat menyambangi peserta wisata, saat berkumpul disamping kantor PGN Batam, Batam Centre.

Hingga kemudian, pagi itu, Kamis (27/6/2019), belasan orang, terlihat duduk santai disamping gedung PGN di Batam Centre. Mereka yang masuk dalam rombongan itu, ada jurnalis dan pegawai mitra yang juga karyawan anak perusahaan PGN. Seperti dari Gascom, PT Gagas Energi Indonesia dan lainnya. 

Menunggu waktu keberangkatan, rombongan yang memilih menikmati kopi pagi itu di tenda samping gedung PGN Batam, perbincangan terkait Pulau Ranoh berlangsung diantara peserta. Rasa penasaran atas pulau itu, peserta wisata, akhirnya memilih berselancar diponsel masing-masing. 

Demikian dengan salah satu peserta, Agus Bagjana. Walau pagi itu, Agus ikut mencari tahu lebih banyak soal Pulau Ranoh, namun beberapa hari sebelumnya, informasi sudah diperoleh dari internet. Sehingga pagi itu, Agus memilih membawa kamera tahan air, yang akan digunakan merekam pemandangan bawah laut nanti.

“Kemarin dapat undangan ikut, saya langsung searching di internet Pulau Ranoh. Pantai dan lautnya sangat menarik. saya siapkan kamera tahan air, biar bisa nyelam sambil ngambil vidio bawah air,” kata Agus dalam perbincangan bersama Riza dan peserta lain.

Riza menyampaikan komentar senada. Walau baru tahu tempat wiasata yang beroperasi sejak tahun 2017 itu, diyakini akan memberikan kepuasan bagi mitranya. Riza mencari lebih banyak informasi melalui media sosial dan blog serta media milik travel agent. 

“Kami juga baru tahu setelah dicek di internet. Cari tempat wisata di Batam yang ada pasir putihnya terbaik. Jadi kita bisa menikmati permainannya,” jelas Riza.

Melalui smartphone-nya, Riza mendapat informasi fasilitas yang tersedia disana. Fasilitas yang tersedia selain tarif, menjadi pertimbangan PT PGN Tbk, untuk menyetujui atau tidak, lokasi wisata itu. Dimana, Pulau Ranoh merupakan, salah satu dari 371 pulau di Kota Batam. 

Setelah mencari tahu lebih jauh, Riza mendapat fasilitas wisata disana. Seperti kegiatan snorkeling, yang akan didampingi penjaga untuk memastikan keselamatan pengunjung. Fasilitas lain, ada banana boat, wahana bermain di balon mengapung seperti wahana seluncuran ala sea forest, fat boogie, kano, jetsky dan lainnya. 

Baca Juga :  TNI Tambah Alat Perang di Natuna

Pengelola juga menyediakan makan dan minum dengan sistem paket bersama arena permainan disana. Keberadaan pulau yang cantij dan fasilitas yang tersedia, mendorong keberanian Riza, mengajukan kegiatan untuk disetujui, PT PGN Tbk, di Jakarta.

PT PGN Tbk di Jakarta akhirnya menyetujui perjalanan wisata itu, setelah melalui validasi data, sebagaimana ditampilkan media sosial dan lainnya. Selain foto pemandangan Pulau Ranoh, fasilitas dan lainnya, tarif untuk menikmati wisata di pulau itu juga bisa diketahui secara online. 

Bahkan komunikasi dengan pengelola untuk pemesanan dapat dilakukan melalui media sosial. Sehingga tidak sulit bagi kaum millenial untuk melakukan pemesana paket wisata ke Pulau Ranoh. Pemesanan paket wisata ke pulau yang sebagian besar berbentuk hutan dan bakau itu, bisa dilakukan melalui Whatsapp. 

Sementara pembayaran juga bisa dilakukan melalui transaksi online. Sehingga, wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dengan mudah bisa melakukan pemesanan, untuk kunjungan. Paket wisata yang ditawarkan juga beragam dan bisa dipilih sesuai selera kaum millenial.

Fasilitas yang cukup lengkap, memanjakan wisatawan. Walau pulau itu tak memiliki penduduk, pengelola Pulau Ranoh, menyediakan mini market. Sehingga, rombongan wisatawan tinggal datang untuk dilayani dan diservice terbaik. 

Demikian, untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan direncanakan, PGN Pusat tetap mengutus Division Head Corporare Communication PT PGN Tbk, Desy Anggia, untuk mendampingi PGN Batam. Setelah semua siap, dengan menggunakan bus yang disediakan, rombongan berangkat menuju Jembatan VI Barelang, sekitar pukul 08.15 WIB.

Perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam, sebelum sampai di Jembatan VI, menggunakan bus yang disediakan PGN. Sesuai dengan pesanan, sesampai di Jembatan VI, tempatnya di Pelabuhan Labun, Galang Baru, kapal yang akan membawa rombongan hampir 30 orang itu, tiba. Kapal itu juga berisi penumpang yang baru kembali dari Pulau Ranoh. Mereka keluarga, pasangan suami istri dengan tiga anak. Keluarga asal Singapura ini meninggalkan Pulau Ranoh, setelah malamnya menginap disana.

Sebelum memasuki kapal, setiap anggota rombongan dipakaikan gelang berwarna orange. Gelang ini menjadi tiket masuk dan menikmati fasilitas yang disediakan sesuai paket yang dipilih. Selanjutnya, setiap penumpang dipakaikan life jacket, untuk pelayaran yang membutuhkan sekitar 20 menit sebelum tiba di Pulau Ranoh.

‎Bangga Upload di Medsos

Pengunjung yang menggunakan menikmati laut sekitar pulau Ranoh

SETELAH, kapal berangkat pemandangan menarik terhampar sepanjang perjalanan. Kapal melewati gugusan pulau-pulau dekat Pulau Ranoh, termaksud Pulau Abang yang sebelumnya lebih terkenal. Namun hampir semua pulau itu tanpa bangunan atau pulau kosong. Yang ada pohon hingga kelapa yang terlihat di pulau-pulau itu.

Melihat pemandangan diperairan menuju Pulau Ranoh itu, secara refleks, penumpang rombongan PGN dan jurnalis, mengeluarkan kamera dan ponsel. Sebagian mengabaikan foto pemandangan pulau-pulau dan sebagaian mengabaikan dalam bentuk video. Sebelum akhirnya, dari jauh terlihat pulau kecil dengan pohon kelapa dan pamparan pasir putih. 

“Itu Pulau Ranoh. Sama gambarnya. Kita akan sampai. Indah ya. Pasir putih dan pohon kelapa-nya cantik,” teriak Riza untuk mengalahkan suara air dan mesin kapal.

Setelah kapal merapat, rombongan berkemas dan beranjak dari tempat duduk, kemudian meninggalkan kapal. Rombongan disambut pelayan resort dan beberapa pemuda, yang membantu memfasilitasi dan mendampingi pengunjung. Mulai mendampingi saat ditempat permainan dan fasilitas pendukung di Pulau Ranoh. 

Terlihat keceriaan rombongan mendapati pemandangan dan fasilitas di Pulau Ranoh. Sebagian rombongan kemudian berjalan menuju fasilitas-falitas yang tersedia. Sebagian lain memilih gajebo dan kursi berjemur dibibir pantai. Dan sebagian memilih menuju ayunan dibawah pohon kelapa, hingga ada yang menuju permainan memanah. 

Sebagian lagi, bergerak mencari wahana untuk berfoto. Kamera, hingga ponsel, mulai bereaksi. Jepretan demi jepretan menghiasi aktivitas perdana para pengunjung. Ada yang menjadikan laut sebagai latar belakang foto, ada pohon kelapa dan ada ayunan yang diatasnya papan nama Adventure Ranoh Island.

Baca Juga :  Isdianto Sambangi Kantor Kabinda Kepri

Sebagian mengamati foto hasil jepretan, video hasil rekaman. Foto-foto itu, seketika beredar di media sosial, utamanya facebook dan instagram. Diantara mereka, ada juga yang memilih live di facebook hingga youtube. Merekam kegiatannya, rekan dan pengunjung lainnya. Mereka terlihat bangga saat mengupload di medsos. 

“Wih…foto-fotonya bagus. Suasana disini, pantainya bersih, indah, lautnya tenang dan ini liburan berkelas,” teriak Agus ke arah rekannya.

Agus menjadi anggota rombongan, yang membawa kamera underwater atau tahan air. Kamera itu yang akan bermanfaat saat menyelam dan menikmati karang bawah laut, wilayah Pulau Ranoh. Dimana, setiap paket wisata ke Pulau Ranoh, disediakan fasilitas menyelam untuk menikmati pemandangan bawah laut yang memiliki karang.

Sekitar siang hari, wisatawan di pulau itu diajak untuk menikmatik pemandangan dibawah laut, sekitar Pulau Ranoh. Diantar dengan menggunakan speed, rombongan PGN dan jurnalis menuju lokasi snorkeling dan diving. Di perairan dekat pulau itu, menjadi lokasi untuk menikmati aneka terumbu karang. dengan air lautnya yang jernih.

Setelah menikmati wahana permainan di Pulau Ranoh dan lautnya, para wisatawan memilih beristirahat siatas paair dan tenda disana. sambil menikmati kopi sore. Rombongan PGN hari itu memilih menikmati alam yang indah itu, hingga sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 17.00 WIB, rombomgan meninggalkan pulau yang kini memiliki kenangan bagi wisatawan yang berkunjung.

“Puas main hari ini. Kapan-kapan kalau ada acara kita minta kesini. Pengen bawa keluarga juga kesini,” harap Agus Bagjana.

Menurut Manager Adventure Pulau Ranoh, Aries, fasilitas bersantai dan permainan disana, menjadi fasilitas yang bebas dinikmati wisatawan. Pengunjung juga free menikmati berbagai fasilitas. Misalnya snorkeling hingga menikmati fasilitas bermain air seperti cano dan water park. 

Permainan lainnya seperti main catur, panahan, v‎olly pantai dan masih banyak lagi. Untuk fasilitas berbayar pengunjung bisa mencoba pengalaman menggunakan fasilitas seperti banana boat, disco boat, jet ski, fishing, ocean rafting dan sebagainya.

Paket yang disediakan, ada untuk yang menginap dan yang tidak menginap. Paket menginap, wisatawan bisa memilih, antara menginap di tenda diatas pasir putih yang disebut glamour camping (glamping). Atau fasilitas penginapan yang tersedia selain kamar yang terpisah berupa backpacker room.

Tanjungpinang Pos sempat mengamati isi tenda yang mirip tenda camping. Namun didalam, tersedia kasur untuk dua orang. Kelengkapan lain ada bantal, selimut, kipas angin hingga colokan untuk ponsel dan sejenisnya juga tersedia.

Demikian dengan kamar penginapan lain berupa kamar bunk bed, yang memiliki fasilitas AC. Jika memilih menginap, pengunjung biasa menikmati api unggun pada malam hari, sambil membakar ikan.

Walau tidak menikmati hingga malam hari, namun rombongan PGN dan mitranya yang sebagian besar anak muda dan kaum millenial, terlihat menikmati setiap wahana di pulau itu. Tidak lama mereka menikmati waktu untuk duduk atau merebahkan badan. 

Promosi Online Gaet Wisatawan Millenial ‎

Wisatawan menikmati wahana permainan di Pulau Ranoh

SEMENTARA Aries sebagai manager yang hari itu tetap tinggal dilokasi pariwisata yang cantik itu, mengaku jika wisman, sudah berkunjung dan menginap dipulau itu. Dimana wisman yang datang kesana, dominan dari Singapura dan Malaysia. Kemudain disusul negara lain di Asia lainnya, baru Eropa dan Amerika.

Mereka diakui sangat terbantu dengan keberadaan media sosial, khususnya facebook, instagram dan yotube. Mereka memasarkan juga melalui mitra tour organizer. Saat ini, pilihan pengelola lebih medsos untuk promosi, karena jangkauan yang tidak terbatas. Hal itu juga dibuktikan respon pasar wisatawan mancanegara, khususnya kaum millenia. Transaksi untuk booking atau pembayaran, dilakukan calon pengunjung melalui sistem online. Pelayanan secara online diakui lebih dominan terjadi saat ini, dibanding offline. 

Baca Juga :  Dana Tunda Bayar Berpotensi Terjadi

“Mereka booking, bayar lewat transfer dan tinggal datang ke lokasi. Nanti tinggal koordinasi untuk disiapkan kapal jemputan dipelabuhan,” beber Aries.

Diakui, mereka bisa menggaet kaum muda berumur 20 sampai 30 tahun. “‎Mereka banyak datang dari Singapura, Malaysia, Cina, Philipina, Srilangka, Denmark, Australia dan dari India langsung, Jepang, Amerika dan negara lain,” cerita Aries.‎

Namun paling banyak, kunjugan yang cukup banyak terjadi saat musim liburan. Wisatawan datang sendiri, bersama pasangan, keluarga atau rombongan. Namun diakui, khusus dari Singapura dan Malaysia, lebih dominan datang dengan rombongan. Demikian dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

“Mereka mencari tahu melalui media sosial dan kemudian menghubungi marketing atau agen tarvel‎ dan lainnya,” jelasnya.

Terkait dengan tarif, dijelaskan jika harga normal, untuk wisata tanpa menginap, Rp550 ribu‎ per orang. Pengunjung akan mendapat fasilitas permainan hingga wisata alam laut dengan menyelam. Sementara untuk menginap, biaya akan dtambah Rp450 ribu.

“Itu sudah semua (1juta), mulai permainan, wisatanya, termaksud penginapan, makan siang, makan malam dan sarapan, kalau menginap,” bebernya.‎

Termaksud didalam paket itu untuk transport speedboat penyeberangan pulang pergi. Wisatawan juga akan mendapat fasilitas snorkeling, permainan kano, waterpark, tenda pantai, volly pantai sepuasnya ditambah minum air kelapa muda.

Berdayakan Warga Sekitar Pulau

Pengunjung Pulau Ranoh, ditenda yang disebut glamping.

SEBELUM rombongan PGN meninggalkan pulau itu, telebih dulu puluhan karyawan Pulau Ranoh yang bertugas pagi hingga sore, meninggalkan pulau itu. Para karyawan itu meninggalkan pulau, untuk kembali, besok harinya. Dimana, karyawan di wahana Pulau Ranoh, 80 persen, merupakan warga dari pulau di sekitar Pulau Ranoh. Seperti dari Pulau Abang, Pulau Galang, Galang Baru dan lainnya.

Pulau Ranoh memiliki luas sekitar 43 hektar itu, dengan pembangunan yang sudah dilakukan, di areal sekitat 2 hektar. Pulau itu tidak memiliki penduduk sesuai kartu tanda penduduk (KTP). Saat ini, penghuni pulau itu merupakan wisatawan dan karyawan. Khusus karyawan, bekerja sistem sift dan pulang pergi dari dan ke pulau Ranoh dengan diantar menggunakan speed, yang disediakan manajemen Wonderful Pulau Ranoh. 

“Saya dari Galang Baru, kerja disini. Tiap pagi di jemput dan sore diantar. Enak lah kerja disini dan nyaman,” kata seorang karyawan yang dipanggil Wati sebelum meninggalkan pulau itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi kegiatan wisata Pulau Ranoh. Selain memanfaatkan pulau yang dulunya kosong untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Batam, juga kebijakan pemberdayaan warga lokal. 

“Pariwisata itu besar dampak bagi perekonomian. pemanfaatab tenaga kerja lokal ini sangat baik dan kita apresiasi. Sehingga dampak perekomiannya sangat dirasakan warga sekitar,” ujar Ardi.

Demikian pemanfaatan medsos untuk promosi, yang dinilai Ardi, sangat efektif di zaman millenial saat ini. Diyakini, dalam waktu dekat, nama Pulau Ranoh akan semakin berkibar, seiring kunjungan millenial dan mengupload foto atau vidio di medsos. Perilaku kaum millenial di medsos, membantu pariwisata Batam.

Hingga kemudian Kementerian Pariwisata, bekerjasama dengan Dinas Parwisata Batam, menggaet kaum millenial Batam. Beberapa waktu lalu, kaum millenial Batam diberikan pelatihan, untuk ikut mempromosikan pariwisata Batam. Ratusan orang dilatih menjadi perpanjangan tangan dalam memperkenalkan destinasi wisata di Batam. 

“Program Kemenpar untuk kaum muda di Batam sangat baik. Sehingga kaum muda akan mempromosikan daerahnya melalui media sosialnya,” harap Ardi. ***‎‎‎

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here