Wisatawan Keluhkan Sinyal Internet

0
242
TERLIHAT penumpang yang turun dari maskapai Wings Air di Bandara Letung. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS
Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Jemaja yang tiba melalui Bandara Letung, mengeluhkan sulitnya berkomunikasi karena minimnya sinya terutama internet yang masih kurang memadai.

ANAMBAS – Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari gugusan pulau yang berada antara perbatasan dengan beberapa negara asing.

Sehingga, memiliki wilayah laut yang dilintasi garis khatulistiwa dan diketahui sebagai jalur lalu lintas antar benua.

Cukup ironi, pemekaran Kabupaten Kepulauan Anambas telah melebihi 10 tahun lamanya namun di Kecamatan Jemaja masih jauh ketinggalan terhadap kebutuhan internet.

Bahkan di lokasi objek vital saja, seperti Bandara Letung tidak ada akses sinyal internetnya.

”Saya juga heran, kenapa sulit sekali meminta jaringan atau sinyal internet tersebut. Kami hanya minta penuhi kebutuhan itu. Lokasi objek vital pun tidak bisa dipenuhi,” kata ustaz Muhammad Qosim kepada Tanjungpinang Pos, Senin (11/3).

Ia mengatakan, ketika sejumlah wisatawan yang tiba berkunjung di Kecamatan Jemaja dan memanfaatkan akses transportasi udara di Bandara Letung, sinyal internet yang berada di smartphone wisatawan itu akan hilang dan terputus.

Keluhan itu sering disampaikan kepada pejabat daerah Anambas, bahkan pejabat Provinsi Kepri juga sudah mengetahuinya.

Terkadang pejabat dari Kementerian ketika berkunjung di Kecamatan Jemaja, menikmati langsung akan lemotnya sinyal internet itu.

”Mudah-mudahan provider yang melayani bisnis ini, bisa membuka hatinya untuk memenuhi kebutuhan sinyal internet. Bagi masyarakat Kecamatan Jemaja. Jika menghitung keuntungan dari bisnis terus, maka mustahil Jemaja akan bisa terwujud bebas sinyal internet,” ucap dia.

Katanya, saat ini tidak dipungkiri setiap sekolah, kantor desa sudah disediakan sinyal internet melalui wifi nusantara.

Namun, hal itu tentu memiliki keterbatasan dan belum maksimal merasakan merdekanya sinyal internet itu.

Beberapa bulan di tahun 2019 sinyal telepon mengalami gangguan, dan sangat sulit melakukan komunikasi antar luar daerah maupun luar daerah.

”Sekarang ini jangankan bebas sinyal internet, jaringan telepon saja mengalami gangguan. Terkadang dongkol hati saya. Paket pulsa saya habis dimakan masa waktu paket kuota, tapi sinyalnya hanya sedikit bisa dirasakan,” sebut dia.

Pada pemberitaan sebelumnya di Tanjungpinang Pos, Sabtu (9/3) menyebutkan sejak beroperasinya Palapa Ring Barat (PRB) akses Telekomunikasi dan Internet, hingga saat ini masih belum maksimal di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Proyek strategis Pemerintah Pusat di bidang telekomunikasi, yang digadang-gadang mampu memberikan solusi persoalan telekomunikasi.

Sehingga, kehadiran PRB masih belum maksimal menyentuh seluruh lapisan masyarakat di perbatasan.

Menyusul saat ini program strategis tersebut, hanya dapat dinikmati oleh masyarakat di Kota Tarempa saja dan itupun masih belum banyak kekurangan.

Kepala Dinas Kominfo KKA Jeprizal mengatakan, saat rapat dengan Kemenkopolhukam RI hal ini telah disampaikan pihaknya, agar PRB dapat maksimal dinikmati oleh masyarakat Anambas.

”Kondisi saat ini jumlah BTS reguler di Anambas, telah terdapat sebanyak 20 BTS. Dengan estimasi 12 Tower BTS Telkomsel, 6 Tower BTS Indosat dan 2 Tower BTS XL. Sedangkan, jumlah tower BTS Perbatasan Bhakti-Kominfo RI 2012-2018. Telkomsel 15 BTS mini perbatasan, dan Indosat 2 BTS Mini perbatasan,” kata Jeprizal, Kamis (7/3).

Manfaat yang dirasakan masyarakat dengan hadirnya PRB, yang sebut masih belumlah maksimal, karena untuk Telkomsel baru terdapat dua site Tower yang sudah 4G LTE itupun di Kota Tarempa Ibukota Anambas.

Padahal, masih ada tower Telkomsel yang masih 2G menggunakan VSAT dengan kondisi sinyal yang tidak memadai dan masih sulit berkomunikasi baik data maupun suara.

”Masih terdapat 10 Tower Telkomsel, yang tersebar diseluruh kecamatan yang masih menggunakan VSAT. Termasuk dua di Ibukota Kabupaten, belum ditingkatkan menjadi 4G LTE dengan memanfaatkan PRB,” terang dia.

Begitupula dengan operator Indosat ataupun XL, juga masih belum meningkatkan layanannya kepada masyarakat dengan memanfaatkan PRB. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here