WNA Australia Bayar Denda Rp500 Juta

0
176
KAJARI Natuna Juli Isnur saat menerima pengembalian uang denda oleh kuasa hukum dari Paul WNA Australia. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Setelah menjalani hukuman 1 tahun penjara dan didenda Rp500 juta atau subsider 3 bulan kurungan, akhirnya Paul Stephen Cottrell Dormer, Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yang tersangkut masalah pembalakan liar di Pulau Bawah Kabupaten Anambas lebih memilih membayar denda.

NATUNA – Melalui penasehat hukumnya Okto Estomihi Saragi SH bersama Erlis Napitupulu, mereka menyerahkan pembayaran denda Rp500 juta kepada kejaksaan Natuna yang berlangsung diruang Kajari Natuna di hadapan seluruh awak media di Natuna.

”Niat baik dari terdakwa itu, untuk membayar denda cukup baik. Dengan pengembalian uang ini, kita akan langsung diserahkan ke kas negara,” kata Kajari Natuna Juli Isnur, ketika menerima uang yang diserahkan oleh Penasehat Hukum dari terdakwa Paul, Rabu (24/10).

Sebelumnya, cerita Kajari Juli, Paul adalah terdakwa pada kasus pembalakan liar di Pulau bawah Kabupaten Anambas pada tahun 2017 lalu dan ia divonis selama 1 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan penjara.

”Selama ini, Paul sudah menjalani hukuman hampir satu tahun dan diperkirakan akan keluar sekitar bulan desember atau januari 2019 nanti,” ujar Juli.

Pada proses persidangan sebelumnya, terdakwa divonis satu tahun pejara dan hal ini jelas tidak sebanding dengan tuntutan jaksa yang menuntutnya 2 tahun penjara.

Akhirnya, dengan adanya putusan banding maka Paul di vonis menjadi 1 tahun denda Rp 500 juta subsider 3 bulan penjara.

Setelah proses persidangan selesai, terdakwa pun menjalani hukumannya dilapas Tanjungpinang.

”Dengan adanya pengembalian kerugian negara ini, kita mengimbau kepada terdakwa supaya tidak mengulanginya kembali,” pesannya.

Sementara, penasehat hukumnya Okto mengatakan berdasarkan permintaan dari kliennya Paul Stephen Cottrell Dormer untuk bisa membayarkan denda tersebut.

”Hal ini dilakukan untuk memenuhi hasil putusan Pengadilan Negeri yang mengharuskan membayar denda Rp500 juta,” singkatnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here