WNC Sosialisasi Keselamatan untuk Nelayan

0
222
PERWAKILAN dari sejumlah perusahaan migas, pihak sekolah, peserta serta dewan juri dari media foto bersama. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – West Natuna Consortium yang terdiri dari Star Energy, Premier Oil dan Medco Energy menggelar sosialisasi bahaya memancing di dekat platform atau fasilitas produksi offshore minyak dan gas di laut lepas Anambas dan Natuna.

Sosialisasi itu ditujukan kepada siswa-siswi SMAN I Palmatak, SMAN I Siantan dan SMAN I Siantan Timur.

Pasalnya, masyarakat Anambas mayoritas nelayan yang rutin pergi ke laut lepas mencari ikan.

”Batas aman untuk memancing 500 meter dari platform. Karena ada risiko apabila mendekati platform minyak dan gas, yang dikhawatirkan terjadi kebakaran atau ledakan. Karena unsur kebakaran itu terdiri dari bahan bakar, oksigen dan panas. Sementara di platform, sudah memenuhi dua unsur yakni bahan bakar dan oksigen. Untuk mengantisipasi kebakaran atau ledakan, kita membuat SOP yang ketat kepada pekerja dan mengimbau nelayan tidak terlalu dekat dengan platform,” jelas Susanto Kusnadi, perwakilan Star Energy yang didampingi Kemal Massi dari Medco Energy, Rabu (26/9).

Santo menjelaskan, pihaknya intens melakukan sosialisasi kepada nelayan, himpunan nelayan dan istri para nelayan. Dia berharap, adanya sosialisasi kepada siswa-siswi SMA semoga bermanfaat kepada para nelayan.

”Orangtua siswa-siswi ini mayoritas nelayan, melalui nelayan kita sudah sampaikan bahaya memancing di dekat platform. Begitu juga melalui himpunan nelayan serta istri nelayan. Mudah-mudahan, adanya sosilasi ini juga bisa disampaikan kepada orangtua, saudara maupun tetangga tentang bahanya memancing di dekat platform,” harapnya.

Santo menyampaikan, bahaya nelayan mendekati anjungan yang sensitif dengan panas karena mayoritas para nelayan merupakan perokok dan setiap kapal membawa kompor (sumber panas) yang dikhawatirkan terjadinya kebakaran.

”Kami juga mengimbau nelayan tidak sembarangan melempar jala, melempar jangkar karena di bawah laut ada pipa gas,” jelasnya.

Santo menegaskan, mengenai larangan nelayan mendekati platform juga sudah diatur dalam peraturan Menteri Perhubungan dan aktivitas produksi minyak dan gas sudah ditetapkan sebagai objek vital nasional.

”Ditetapkannya platform sebagai objek vital nasional karena memiliki kontribusi kepada negara, dan sangat sensitif serta memiliki resiko yang besar. Kami berharap apa yang kami sampaikan tidak terputus di sini tetapi sampai kepada orangtua, tetangga atau saudara kita yang bekerja nelayan,” imbaunya lagi. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here