Wujudkan Jembatan Babin

0
297
INILAH maket awal rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan. f-istimewa

MBS Jembatan Babin, akan menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan. Suatu kebanggaan untuk kepulauan Riau dan Indonesia bila kelak terujut. Menjadi kenangan buat anak dan cucu dikemudian hari. Sebagai hasil pembangunan dari pendahulu mereka.
081364221356

Banyak Proyek APBN
Mbs
: Saya sangat tidak mengerti apa yg diucapkan pak Gubernur Kepri Nurdin Basirun dalam memimpin rapat se walikota Kabupaten Kepri tgl 4 april 2017 di gedung daerah. Bahwa Natuna harus menjadi contoh bagi kabupaten kota yang lain se Kepri yang dimanja dan disayangi oleh Pemerintah Pusat, sehingga natuna akan ditingkatkan pembangunannya. Natuna itu tentu berbeda Pak dgn Kabupaten Kota lain. Pemerintah Pusat punya tanggungjawab karena daerahnya penghasil gas, tapi warganya ngak punya apa 2.
+6281314992494

TANGGAPAN:
Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang akan menghubungkan dua wilayah di Provinsi Kepri ini kini sudah masuki tahapan Feasibility Study (FS) atau penghitungan anggaran pembiayaannya.

Feasibility Study ini merupakan rangkaian tahapan akhir yang harus dilalui untuk menentukan nominal angaranya dan dari mana biaya akan dianggarkan atau di-plotkan.

Proses FS ini akan dilakukan oleh Kementerian PUPR RI dan juga berkoordinasi dengan BappenasA sehingga akan sinkron, berapa anggaran secara keseluruhan dalam pembangunan Jembatan Babin ini.

Saat ini, pemerintah pusat dan daerah bukan lagi berkutat dengan melakukam Feasibility Study tentang mengukur lokasi dan membuat Detail Engineering Design (DED) serta lainnya terkiat teknis fisik Jembatan Babin ini, namun sudah masuk ke tahap penghitungan anggarannya.

Ya mudah-mudahan proses FS ini akan selesai dan pemerintah pusat, segera memulai proses pembangunan jembatan Babin ini.

Pada tahun 2020 atau 2021 pengerjaan pembangunan Jembatan Babin ini sudah berjalan. Selain itu pemerintah pusat juga sudah komitmen akan membangun jembatan ini, karena pembangunan ini marwah sebagai daerah perbatasan dengan sejumlah negara.

Jadi pembangunan Jembatan Babin ini merupakan bentuk harga diri bangasa Indonesia dan karena itu harus direalisasikan. Dan itu sudah komitmen dan janji pemerintah pusat untuk masyarakat Provinsi Kepri

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Kepri dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Nasional 2019 telah mengusulkan berbagai pembangunan infrastruktur yang nilai anggarannya mencapai lebih dari Rp20 Triliun.

Prioritas usulan Kepri antara lain pembangunan Jembatan Batam-Bintan dan usulan ini sudah masuk dalam. Program unggulan nasional. Selain itu kita juga mengusulkan pembangunan Bandara di Kabupaten Natuna tepatnya di Ranai

Pemprov Kepri juga dalam Musrenbangnas 2019 ini mengusulkan pembangunan sejumlah ruas jalan nasional yakni di Kota Batam, Bintan dan di Tanjungpinang.

Bukan itu saja, Pemprov Kepri juga mengusulkan pembangunan flyover di Kota Batam dan pembangunan akses pendukung Tol Laut dengan pembangun pelabuhan-pelabuhan di sejumlah daerah di Kepri.

Bahkan, Pemprov Kepri mengusulkan pembangunan pelabuhan barang yang mana akan mengembangkan pelabuhan di Batam yakni pelabuhan Batuampar.

Sebab pelabuhan Batu Ampar ini merupakan arahan dari pusat, bahwa daerah perbatasan khususnya Batam, harus memiliki pelabuhan yang bertaraf internasional, yang tentunya memiliki fasilitas dan pendukung lainnya yang lengkap, sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga.

Pembangunan pelabuhan ini menjadi prioritas dengan akan dibangun pelabuhan internaional dan ini menjadi perhatian pemerintah dan lembaga Kementerian PU.

Anggaran atas usulan pembangunan infrastruktur itu seluruhnya sekitar Rp20 triliun lebih, dan itu sudah termasuk pembangunan Jembatan Babin.

Untuk pembangunan Jembatan Babin sendiri, karena jembatan itu dilakukan perubahan Detail Enggineering Design (DED) sehingga ada sedikit perubahan dari yang telah direncanakan sebelumnya.

Jembatan Babin ini nantinya, bukan hanya akan menjadi alat penghubung antar daerah, namun akan menjadi ikon dan kebanggaan Pemprov Kepri.

Pembangun Jembatan Babin ini harus memiliki nilai estetika dan keindahan, bukan sekedar transportasi orang dan barang semata nantinya,” harapnya. (mas)

Naharuddin
Kepala Barenlitbang Pemprov Kepri

TANGGAPAN:
Alokasi Dana APBN di kepri pada 2019 ini naik Rp1,6 triliun dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp13,9 triliun.

Adapun pembagiannya adalah, sekitar Rp8,9 triliun berupa dana transfer ke daerah untuk Pemprov Kepri dan 7 kabupaten kota berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Nonfisik serta Dana Insentif Daerah (DID).

Sedangkan Rp6,6 triliun merupakan alokasi anggaran untuk satuan kerja (satker) kementerian/lembaga yang ada di Kepri seperti Polri, TNI AL, TNI AU, TNI AD, Bea Cukai, Kemenag dan lainnya.

Tahun 2019, ada 332 satker di Kepri dari 44 Kementerian/Lembaga. Tahun 2018, ada 333 satker dari 45 Kementerian/Lembaga yang menerima alokasi tahun lalu.

Dana APBN berupa DIPA dan TKDD 2019 diharapkan dapat mendorong terciptanya kesehatan fiskal daerah dan iklim investasi di daerah melalui simplifikasi dan kemudahan investasi terlebih investasi yang berorientasi eskpor, peningkatan kualitas layanan publik dan peningkatan pembangunan sumber daya manusia.

APBN dan APBD diharapkan mampu menjawab tantangan dan mengakselerasi pembangunan ekonomi Kepri untuk semakin tumbuh. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi Kepri telah mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri selama beberapa tahun terakhir. (mas)

Heru Pudyo Nugroho
Kakanwil Ditjen Perbendahaan Kepri,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here