X-ray Jerat Banyak Pelaku di Hang Nadim

0
726
Dua kurir sabu, M Isa (kiri) dan Azhar diamankan petugas Bea Cukai. Barang bukti sabu (inset) f-martua/tanjungpinang Pos

Ketika kurir jadikan bandara jalur transit narkoba

Para pelaku kurir maupun pengedar narkoba benar-benar menjadikan Kepri sebagai jalur transit narkoba. Tak hanya pelabuhan tikus, namun aksi nekat melalui bandara internasional pun dilakukan. Namun, aksi para pelaku ini selalu ketahuan saat lewat x-ray dan pemeriksaan petugas.

BATAM – SEPERTI yang terjadi di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Sudah berkali-kali pelaku kurir narkoba ditangkap saat melewati x-ray, namun pelaku lainnya seakan tumbuh subur.

Tahun 2017 ini, sedikitnya sudah lima kali diamankan pelaku kurir narkoba di bandara ini. Namun, tetap saja masih ada pelaku lainnya yang mencoba lewat dari pintu masuk bandara yang dijaga ketat tersebut.

Senin (4/12) lalu misalnya, dua pelaku diamankan petugas bandara lantaran ketahuan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Petugas Bea dan Cukai (BC) Batam, mengamankan dua orang calon penumpang Citylink yang hendak terbang ke Surabaya. Dari dua pelaku itu diamankan sabu seberat 1,016 Kg.

Dua pelaku yang diamankan yakni, M Isa (29) dan Azhar (22). Penangkapan terhadap tersangka dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB saat pelaku akan melewati mesin pemindai X-ray. Petugas pertama sekali mengamankan tersangka atas nama M Isa, WNI asal Aceh Utara.

Gerak gerik tersangka yang mencurigakan dan wajah pucat saat melewati mesin x-ray membuat petugas terpaksa melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan sabu yang disimpan di dalam sepatu.

”Iya benar kami mengamankan dua tersangka kurir narkoba jenis sabu di Bandara Hang Nadim Batam,” ujar Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Bea Dan Cukai Batam, Raden Evy Suhartantyo, kemarin.

Kedua pelaku ini diketahui akan berangkat menuju Surabaya dengan maskapai Citilink, dengan nomor penerbangan QG 922. Tersangka membagi sabu sebanyak 406 gram, menjadi 4 bungkus. Tidak hanya itu, M Isa juga mengaku tidak sendirian membawa barang haram tersebut.

”Dari pengakuan tersangka M.Isa, ia memiliki rekan bernama Azhar yang juga membawa sabu yang akan dibawa ke Surabaya,” beber Raden.

Setelah dilakukan pencarian, petugas berhasil mengamankan tersangka lainnya yang telah berada di dalam bandara. Dari tersangka Azhar yang juga merupakan WNI asal Pidie Aceh ini, petugas juga berhasil mengamankan 6 bungkus sabu dengan berat total 610 gram.

Saat ini, pelaku yang menyembunyikan sabu di sepatu yang dipakai, berikut barang bukti telah diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri. Khusus yang ditangkap Bea Cukai, tahun ini sudah empat kali di Batam.

Sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Batam mengamankan sekitar 1,5 Kg sabu yang hendak dibawa keluar Batam melalui Bandara Internasional Hangnadim Kota Batam. Penangkapan pertama dilakukan Minggu (26/11) dengan tersangka Amirudin (45) dan sabu yang dibawa sekitar 410 gram.

Kemudian, sabu-sabu sekitar 508 gram diamankan, Senin (27/11) lalu dari tersangka M Zubir (21). Pelaku hendak membawa barang haram ini ke Jakarta menggunakan penerbangan Lion air.

Menurut pengakuan Zubir, ia mengambil barang tersebut dari seseorang di kawasan Batuaji setelah ditelepon oleh bandar besar dari Jakarta.

Diamankan juga sabu-sabu 721 gram dari tangan Nazaruddin (44) oleh petugas Asvec Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (30/11). Sabu ini hendak dibawa ke Medan.

Pelaku menyembunyikan barang haram tersebut di dua tempat yakni di bagian selengkangan seberat 106 gram dan di sepatu seberat 615 gram.

Sebelumnya pada, Jumat (14/4) lalu, diamankan juga pria berinisial MOR di Bandara Hang Nadim Batam. Pelaku merupakan calon penumpang Lion JT 0970 Air tujuan Batam-Surabaya.

Dari tangan pelaku diamankan sabu-sabu seberat 549 gram yang dikemas dalam kantong plastik warna hitam.

Pada Sabtu (11/6), diamankan juga pelaku bernama Ibrahim (29) dengan barang bukti sabu-sabu sekitar 1 Kg yang disembunyikan di antaranya pinggang dan selangkangannya.

Tanggal 2 Januari 2017, petugas Avsek wanita Bandara Hang Nadim juga menggagalkan 2.000 butir pil ekstasi dan 575 gram sabu yang melewati x-ray gate 9.

Barang terlarang tersebut dibawa Kamelia (28) yang hendak terbang ke Balikpapan dengan Lion JT-932. Pelaku menyembunyikan narkoba di kemaluan dan di kedua ketiaknya.

Petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga menangkap seorang penumpang yang berusaha menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 548 gram bernama Morro. Ia ditangkap saat hendak naik pesawat Lion Air tujuan Batam-Lombok.

Dua warga Tuban, Jawa Timur, Sugito dan Kaswanto juga ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (23/11) karena ketahuan membawa sabu seberat 2,9 kilogram.

Pengakuan pelaku, barang haram itu dibawa mereka dari Subang, Malaysia tujuan Surabaya. Untuk mengelabui petugas, barang tersebut dikemas dalam bungkusan plastik dan disimpan di dasar koper yang sudah dimodifikasi.

Kedua pelaku membagi sabu itu. 1,4 kilogram dibawa Sugito dan 1,5 kilogram dibawa Kaswanto.

Minggu (26/1), petugas Bea Cukai Batam juga mengamankan Amiruddin (45), seorang calon penumpang Lion Air tujuan Surabaya. Pria itu membawa 401 gram sabu di Bandara Hang Nadim Batam. Pasangan suami istri (pasutri) juga diamankan di Bandara Hang Nadim, Rabu (22/3) lalu. Pasutri itu menggunakan rute penerbangan Batam menuju Surabaya.

Si istri dengan LL dan si suami dengan inisial IK membawa sabu 126 gram dan ekstasi 44 butir. Si istri menyimpan narkoba di dalam bra.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here