Yachter Singapura Hilang 3 Hari

0
611
Yacht Sunrise yang sempat lost contact f ist

Kapal layar wisata (yacht) Sunrise sempat hilang di perairan Pulau Badas, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan sejak Selasa (2/5) lalu dan akhirnya ditemukan, Kamis (4/5) di daerah Mapur Bintan.

BINTAN – Yachter asal Singapura ini berangkat ke Tambelan dari Batam, Sabtu (29/4) lalu. Kapal ditemukan setelah tim terpadu melakukan pencarian, Kamis (4/5).

Kapolsek Tambelan Iptu Sopan menjelaskan, yacht Sunrise itu berangkat dari Batam bersama tiga yacht lainnya yaitu yacht Katrianne, Ximula dan Nirvana 8. Tiga yacht dari rombongan itu awalnya tiba di Pulau Badas, kemudian baru mencapai Tambelan.

”Saat di Pulau Badas sebagai titik temu, yacht Sunrise belum tiba. Kemudian tiga yacht lainnya melanjutkan pelayaran ke Tambelan dan mereka tiba Minggu (30/4) lalu. Sedangkan satu yacht belum juga tiba,” kata Iptu Sopan, Kamis (4/5) pagi.

Yacht Sunrise dari Singapura ini memiliki 5 orang awak yang terdiri dari James Boey Chuen Yong (41), Tan Swan Ang Kenneth (42), Lee Shao Yi (37), Lee Yeow Kuan Eddy (54) dan Goh Ee Kiat (52). Rombongan tiga yacht yang tiba di Tambelan mencoba menghubungi kru yacht Sunrise. Tapi, tidak bisa dihubungi atau lost contact.

”Karena tidak ada kabar, makanya tim melakukan pencarian yacht itu, sejak Selasa (2/5) lalu,” jelasnya.

Pencarian dilakukan di daerah kawasan perairan Pulau Badas. Karena, rombongan yacht wisata asal Singapura itu sebelum sudah menetapkan Pulau Badas sebagai titik kumpul. Menurut Sopan, jarak dari Pulau Badas ke Tambelan itu menempuh waktu sekitar 3 jam untuk kecepatan normal yacht atau kapal kayu.

”Tim pencarian itu mulai dari Kamla, Polsek Tambelan, nelayan dan pemerintah kecamatan. Ya, tim terpadu lah dibantu oleh 3 kapal yacht yang tiba di Tambelan itu. Mereka balik lagi ke Pulau Badas untuk mencari temannya. Sampai Kamis (4/5) pagi, belum ditemukan,” ungkap Sopan.

Selain pencarian dilakukan tim terpadu Kecamatan Tambelan, tim SAR dari Tanjungpinang dan Kantor SAR Pontianak juga melakukan pencarian.

Dari tim SAR Tanjungpinang memberangkatkan kapal Rescue Boat (RB) 209. Sedangkan dari SAR Pontianak memberangkatkan satu kapal penyelamat RB 214 untuk menyisir perairan Pulau Badas.

”Selain tim SAR, penyisiran juga dibantu oleh tim pesawat dari Singapura,” ujar seorang personel Kantor Basarnas Tanjungpinang.

Kru Ditemukan Selamat
KRI Siwar-646 unsur Guspurlabar Gugus Temput Armada Barat menemukan Yacht Sunrise berbendera Singapura, Kamis (4/5) di daerah Mapur Bintan.

Yacht Sunrise dilaporkan hilang kontak sejak Selasa (2/5). Kapal ini berangkat dari Batam menuju Tambelan sejak Minggu (29/4). Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko membenarkan Yacht Sunrise berbendera Singapura ditemukan KRI Siwar-646 Posisi 01 18 517 U – 104 58 544 T beserta 5 ABK dalam keadaan aman.

”Saat ini kapal sedang di towing menuju Nongsa Batam,” katanya kemarin sore.

Selain itu, berdasarkan laporan yang diterima Jajaran TNI AL dan Lantamal IV satu kapal terpisah dari rombongan kapal lainnya.
Selanjutnya informasi tersebut disebar ke seluruh unsur patroli TNI AL dan pos TNI AL terdekat dibantu dengan unsur Patroli udara dari Wing Udara-2 untuk melaksanakan pencarian.

”Alhamdulillah berhasil diselamatkan, sampai berita ini diturunkan penemuan tersebut sedang dikoordinasikan dengan Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat (Guspurlabar),” ujar Ribut Eko.

Sebelumnya 3 kapal yacht lainnya yang merupakan satu rombongan dengan kapal Yacht Sunrise yakni Katrianne, Ximula dan Nirvana 8 sudah sampai pada Senin (1/5). Sedangkan Yacht Sunrise dikabarkan terpisah dan hilang kontak.

Danlantamal IV juga saat ini telah memerintahkan Kal Mapoor untuk membantu pengamanan dan proses pengawalan ke Nongsa Batam dan dibantu Lanal Batam.

Kantor SAR Pontianak juga memberangkatkan satu kapal penyelamat RB 214 untuk menyisir perairan Pulau Badas-Tambelan yang masing masing jaraknya 119-127 mil laut dari Muara Jungkat.(YENDI-RAYMON-MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here