Yakesma dan STIE Bina UMKM Bantu Ajarkan Sistem Pemasaran

0
278
SALAH satu pelaku UMKM yakni Gerai Syofa dibantu dan dibina oleh Yakesma Kepri.f-istimewa

Pihak Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yakesma Kepri berkomitmen mengembangkan Sumber Daya Manusia pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanjungpinang. Kali ini menggandeng kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Laznas Yakesma Kepri yang resmi berdiri tahun 2018 lalu, telah banyak menebarkan manfaat dibeberapa bidang. Seperti bantuan dakwah Islam, pendidikan, kesehatan, sosial dan kemanusian, sebarkan bantuan hewan kurban, pemberdayaan ekonomi serta power wakaf.

Untuk bidang pemberdayaan ekonomi, pihak Yakesma Kepri merasa perlu melibatkan dan kerja sama dengan Pendidikan Tinggi yakni STIE Pembangunan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Agar kedepannya, membina UMKM yang baru berdiri di Tanjungpinang dapat tumbuh dan sukses menjalankan usahanya.

Branch Manajer Laznas Yakesma Kepri Daan Sahrizqi Hidayat mengatakan, ada pun peran pihaknya dalam program KKN STIE Pembangunan berupaya menjadikan kampus sebagai mitra untuk membantu membina bagi penerima manfaat program bantuan modal usaha mikro yang telah disalurkan oleh pihaknya.

Baca Juga :  Fakultas Ekonomi UMRAH Kaji FTZ dan KEK Kepri

Bahkan, Laznas Yakesma Kepri sejauh ini sudah menyalurkan bantuan modal usaha mikro kepada 20 penerima manfaat.

Jadi melalui program KKN STIE Pembangunan ini, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tujuannya, menjadikan para penerima bantuan modal usaha. Sebagai objek UMKM yang didampingi dan dibina oleh mahasiswa KKN STIE Pembangunan dan Yakesma Kepri.

”Banyak dari usaha ibu-ibu yang kita bantu, dan memang mereka benar-benar masih baru. Mereka belum ada brand (nama produk) kemasan yang bagus. Sekaligus untuk membina sistem pemasaran yang baik. Untuk soal pembinaan soal manajemen pemasaran dan kemasan, kita libatkan mahasiswa STIE Pembangunan yang memang merupakan kampus bidang ilmu perekonomian,” jelas Daan kepada Tanjungpinang Pos, Senin (5/10).

Baca Juga :  Mahasiswa Asal Kepri Ikuti MTI 2017

Ia menambahkan, bahwa pihaknya juga memberikan support operasional selama pendampingan oleh mahasiswa KKN STIE Pembangunan Tanjungpinang melalui UMKM yang menjadi mitra sasaran pembinaan.

”Jadi dukungan operasional yang dimaksud adalah kebutuhan untuk memfasilitasi pengembangan UMKM tersebut,” tambah Daan.

Sekitar 80 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan UMKM di Tanjungpinang dan Bintan akan menjadi mitra untuk pelaksanaan KKN kampus STIE Pembangunan.

Mereka membina 80 UKM yang kini pendapatannya menurun karena pandemi Covid-19.

Mahasiswa STIE Pembangunan akan membantu memajukan melalui program KKN. Misalnya promosi melalui internet dan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Eka Kurnia Saputra, selaku dosen dan juga menjabat Plt Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIE Pembangunan Tanjungpinang, Kamis (24/9).

Baca Juga :  Kemenristek Kirim Tiga Dosen Bantu UMRAH

”Pihak STIE Pembangunan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang fokus dibidang ilmu ekonomi turut serta membantu masyarakat. Mengingat, saat pandemi Covid-19 ini, tentunya seluruh sektor terkena dampaknya terutama perekonomian. Dengan melihat situasi ini kami ingin membantu. Baik secara teoritis dan praktik kepada pelaku UMKM,” tuturnya.

Banyak pihak berdampak. Bukan hanya skala besar namun juga kecil dan menengah.

Melalui program ini, maka banyak pelaku usaha bisa bertahan dan berkembang kedepannya. (ADLY BARA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here