YKI Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis

0
603
FOTO BERSAMA: Ketua Adhyaksa Dharmakarini Amiek Mulandari Yunan (kiri) menerima cenderamata dari Ketua Umum YKI Kepri, Hj Noor Lizah Nurdin saat menggelar pemeriksaan kanker serviks dan payudara gratis bekerjasama dengan Adhyaksa Dharmakarini, Kamis (20/7). f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Yayasan Kanker Kepri (YKI) kembali melakukan pemeriksaan kanker serviks dan payudara gratis bekerjasama dengan Adhyaksa Dharmakarini, Kamis (20/7). Tingginya angka penderita kanker serviks di Kepri, kembali mendorong YKI melakukan kegiatan pemeriksaan dan deteksi dini gratis untuk masyarakat. Kali ini YKI Kepri bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Kepri dalam rangka Hari Bhakti Adhiyaksa ke-57 dan HUT ke-17 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Ada 100 masyarakat umum yang mengikuti kegiatan ini.

Ketua Umum YKI Kepri, Hj Noor Lizah Nurdin mengatakan, pemeriksaan dini kanker serviks dan kanker payudara menjadi program utama YKI. Hanya dengan melakukan deteksi dini jumlah penderita kanker bisa ditekan. ”Pengenalan dini kanker serviks dan kanker payudara sangat penting dilakukan untuk mencagah kasus baru. Karena upaya pencegahan dan deteksi dini akan mudah dilakukan apabila masyarakat sudah paham faktor risiko dan gejala kanker,” ungkap Istri Gubernur Kepri ini.

Acara yang digelar di Rumah Sakit Umum Kepri tersebut juga dihadiri oleh Wakajati Kepri Asri Agung, Ketua Adhyaksa Dharmakarini Amiek Mulandari Yunan, Ketua Dharma Wanita Kepri Risma Rini Arif Fadillah, Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana dan Kepala RSUD Kepri. Noor Lizah memaparkan, dari angka kejadian di Provinsi Kepri, data hasil pemeriksaan IVA (kanker serviks) dan papsmear (untuk payudara) pada tahun 2016 ada sekitar 42 orang yang terserang kanker serviks dari 3.360 orang yang mengikuti pemeriksaan.

Sementara untuk tahun 2017 hingga Mei 2017 ada 14 orang yang mengalami kanker servik dari 1.246 orang yang melakukan pemeriksaan. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan sadanis ada sekitar 68 orang yang dicurigai tumor/kanker/benjol dari 3.362 orang yang diperiksa. Untuk tahun 2017 ada sekitar 9 orang yang dicurigai dari 1.0305 yang melakukan deteksi. ”Angka penderita ini perlu diwaspadai dan dicarikan solusinya. Salah satu yang dilakukan YKI Kepri adalah membuka Klinik Deteksi Dini Kanker secara gratis untuk masyarakat. Mari gunakan sebaik mungkin untuk menjaga kesehatan kita,” kata Noor Lizah.

Sementara itu, Ketua Adhyaksa Dharmakarini Amiek Mulandari Yunan mengatakan kegiatan yang dilakukan organisasinya tersebut guna membantu mencegah tingginya angka penderita kanker di Kepri. Untuk saat ini, Dharmakarini membawa 100 orang masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara secara gratis. ”Pemeriksaan ini penting bagi perempuan karena perempuan itu harus selalu sehat dan harus selalu kuat,” katanya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here